Memuat waktu...

Perseden Aloemni Rayakan HUT ke 6, Satukan Mantan Pemain dan Suporter Perseden Denpasar

Balihariini • Monday, 21 September 2026 | 09:24 WITA • Sport • 👁 37 dibaca
Perseden Aloemni Rayakan HUT ke 6, Satukan Mantan Pemain dan Suporter Perseden Denpasar
Pemain Perseden Aloemni foto bersama seusai pertandingan melawan Jimbarwana Lingsir di Denpasar_ BHI-IST

DENPASAR, BALIHARIINI.COM—Komunitas Perseden Aloemni memasuki usia keenam dengan tetap menjaga semangat kebersamaan di antara mantan pemain, suporter, dan pencinta Perseden Denpasar.

Berawal dari kegiatan fun football pada 2020, komunitas ini berkembang menjadi wadah silaturahmi lintas generasi bagi mereka yang memiliki ikatan dengan Perseden. Perayaan hari jadi ke-6 digelar di Lapangan Gelora Ida Cokorda Ngurah Gede Pemecutan, Denpasar.

Ketua Perseden Aloemni, Anak Agung Ngurah Garga Chandra Gupta atau Turah Mantri, mengatakan komunitas tersebut awalnya hanya beranggotakan sekitar 15 orang. Kini, jumlahnya berkembang menjadi sekitar 40 hingga 50 anggota.

“Awalnya kita hanya fun football. Dalam pelaksanaannya berkembang. Bukan hanya mantan pemain bola, tetapi teman-teman yang fanatik terhadap Perseden juga kita gabungkan. Ada pemain, suporter, sampai tim penggembira,” ujar Turah Mantri.

Menurut dia, Perseden Aloemni sejak awal tidak hanya ditujukan bagi mereka yang pernah mengenakan seragam Perseden. Komunitas tersebut juga membuka ruang bagi suporter dan masyarakat yang memiliki kecintaan terhadap klub sepak bola kebanggaan Kota Denpasar itu.

“Pokoknya yang fanatik dulu kepada Perseden kita ajak. Kadang orang berpikir, ‘Kok dia bukan pemain Perseden dulu?’ Tapi dia kan suporter Perseden dulu,” katanya.

Perseden Aloemni menjaga aktivitas komunitas melalui kegiatan sepak bola yang rutin digelar sekitar tiga kali dalam sebulan. Pertandingan umumnya berlangsung pada Sabtu agar anggota tetap dapat menghabiskan waktu bersama keluarga pada hari berikutnya.

Selain bertanding di Bali, komunitas ini juga menggelar tur sepak bola ke sejumlah daerah. Hingga kini, Perseden Aloemni telah melakukan tujuh kali tur, termasuk perjalanan hingga Palangka Raya.

Bagi komunitas tersebut, pertandingan bukan menjadi satu-satunya tujuan. Aktivitas sepak bola sekaligus menjadi sarana membangun kebersamaan dan kepedulian antaranggotanya.

Perseden Aloemni juga menetapkan 20 September sebagai hari jadi komunitas. Penetapan tanggal tersebut berkaitan dengan semangat Puputan Badung, bukan sebagai tanggal berdirinya Perseden.

Di luar aktivitas pertandingan, komunitas ini turut memberi perhatian terhadap pembinaan pemain muda. Sejumlah anggota Perseden Aloemni masih aktif sebagai pelatih sepak bola. Turah Mantri sendiri memiliki sekolah sepak bola atau SSB.

“Pelatih-pelatih yang masih aktif sekarang ikut bergabung. Saya sendiri punya SSB. Pelatih-pelatihnya ada di komunitas kita ini,” ujarnya.

Turah Mantri juga memiliki pengalaman sebagai mantan pemain Perseden. Ia pernah memperkuat tim tersebut pada 1998. Sebelumnya, pemain kidal itu juga tercatat sebagai pemain Gelora Dewata pada era Galatama.

Pengalaman sebagai pemain kemudian menjadi bagian dari dorongan untuk mempertahankan hubungan dengan Perseden melalui Perseden Aloemni.

“Komunitas ini menjadi wadah bagi semua yang pernah berada di lapangan maupun di luar lapangan. Kita di sini memiliki satu ikatan yang sama, yakni kecintaan terhadap Perseden Denpasar,” kata Turah Mantri.

Dalam perayaan HUT ke-6 tersebut, hadir pula Kepala Kantor PT Taspen (Persero) Cabang Denpasar, Frans Manaksak Siburian. Ia mengapresiasi kekompakan dan hubungan silaturahmi yang terus dijaga para alumni Perseden.

Menurut Frans, keberadaan komunitas seperti Perseden Aloemni membuat para mantan pemain tetap memiliki ruang untuk bertemu dan kembali bermain bersama setelah tidak lagi aktif sebagai pesepak bola.

“Biasanya kan setelah aktif bermain bola itu sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri. Sekarang Perseden ini bikin komunitas untuk alumni-alumninya, bisa bergabung, bersilaturahmi lagi, bisa bikin pertandingan-pertandingan fun untuk menjalin silaturahmi, untuk mengenang masa-masa bermain dulu,” ujarnya.

Frans juga membuka kemungkinan PT Taspen Denpasar menyiapkan tim untuk menggelar pertandingan persahabatan dengan Perseden Aloemni.

“Kalau tidak ada kendala, kami juga akan mempersiapkan tim untuk sparing dengan alumni Perseden ini ke depannya,” imbuhnya.

Memasuki tahun keenam, Perseden Aloemni pun mempertahankan perannya sebagai ruang pertemuan bagi mantan pemain dan suporter. Aktivitas sepak bola menjadi sarana, sementara ikatan terhadap Perseden Denpasar menjadi benang merah yang menyatukan para anggotanya.(BHI01)