Memuat waktu...

Seleksi Ketat Wushu Digelar di Denpasar, 192 Atlet Incar Tiket Provinsi

Balihariini • Sunday, 29 March 2026 | 16:50 WITA • Sport • 👁 71 dibaca
Seleksi Ketat Wushu Digelar di Denpasar, 192 Atlet Incar Tiket Provinsi
Ratusan atlet Wushu pelajar bertanding dalam PORJAR Denpasar 2026 di Gedung Darma Sport Centre _ bhi-ist

BALIHARIINI.COM—Suara hentakan kaki dan teriakan penuh semangat menggema di Gedung Darma Sport Centre Lantai IV, Jalan Hasanuddin, Denpasar.

Sebanyak 192 atlet Wushu pelajar ambil bagian dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar (PORJAR) Kota Denpasar 2026 yang berlangsung pada 25 hingga 29 Maret.

Kompetisi ini bukan sekadar turnamen biasa. Ajang tersebut menjadi tahapan penting dalam proses seleksi atlet terbaik yang akan mewakili Kota Denpasar di tingkat Provinsi Bali.

Peserta yang terlibat berasal dari jenjang SD hingga SMA/SMK. Mereka datang dari 36 sekolah yang tersebar di empat kecamatan di Denpasar.

Seluruh atlet menunjukkan kemampuan teknik yang matang, hasil dari latihan intensif di sasana masing-masing.

Koordinator PORJAR Wushu Kota Denpasar, AA. Ngurah Jayanegara, menilai antusiasme peserta tahun ini mengalami peningkatan signifikan.

“Para atlet yang berlaga adalah putra-putri terbaik yang sudah melewati berbagai uji coba. PORJAR adalah puncak pembuktian untuk mengukur kemampuan secara objektif dan meraih mimpi membela kontingen Denpasar di PORJAR Provinsi Bali,” ujarnya.

Untuk menjaga kualitas pertandingan, panitia menerapkan standar regulasi dari International Wushu Federation. Aturan ini memastikan seluruh pertandingan berlangsung profesional dan sesuai standar internasional.

Pada kategori Taolu atau seni, persaingan dibagi dalam beberapa kelompok usia. Mulai dari Junior D untuk siswa kelas awal SD, hingga Junior A bagi pelajar SMA/SMK.

Nomor yang dipertandingkan pun beragam, mulai dari jurus tangan kosong, pedang, golok, hingga senjata seperti tombak dan toya. Selain itu, kategori beregu juga turut diperlombakan.

Sementara itu, kategori Sanda atau tarung menghadirkan atmosfer yang lebih intens. Atlet dari tingkat SMP dan SMA/SMK bertanding dengan sistem kelas berat badan. Setiap kontingen hanya diperbolehkan mengirim satu atlet di tiap kelas untuk menjaga keseimbangan kompetisi.

Panitia juga membatasi jumlah peserta maksimal dua atlet pada nomor tunggal. Kebijakan ini bertujuan untuk pemerataan kualitas atlet di seluruh wilayah Denpasar, sekaligus mendorong sekolah lebih aktif dalam melakukan pembinaan olahraga secara mandiri.

Atlet pelajar menunjukkan kemampuan terbaik dalam ajang PORJAR Wushu Denpasar 2026 sebagai seleksi provinsi_ bhi-ist
Atlet pelajar menunjukkan kemampuan terbaik dalam ajang PORJAR Wushu Denpasar 2026 sebagai seleksi provinsi_ bhi-ist

Jayanegara menegaskan bahwa potensi atlet Denpasar sangat besar, terutama pada nomor tradisional dan penggunaan senjata.

“Kami melihat potensi besar pada kategori Tradisional dan senjata. Harapannya, para juara memiliki mentalitas untuk mempertahankan supremasi Wushu Denpasar di tingkat Bali maupun nasional,” ujarnya.

Dukungan dari sekolah dan orang tua turut menjadi faktor penting dalam pengembangan atlet muda. Ajang ini diharapkan mampu melahirkan bibit unggul yang tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu membawa nama Bali ke level nasional hingga internasional.(BHI01)