Minggu, 13 September 2026 14:27:25
Minggu, 13 September 2026 14:27:25
Minggu, 13 September 2026 14:27:25

Reload Sanctuary Bali Resmi Dibuka di Canggu, Usung Konsep Gym Holistik Berstandar Global

BalihariiniSaturday, 21 February 2026 | 15:29 WITALifestyle, Sport👁 96 dibaca
Reload Sanctuary Bali Resmi Dibuka di Canggu, Usung Konsep Gym Holistik Berstandar Global
Jajaran manajemen Reload Sanctuary Bali saat menggelar konferensi pers peresmian di Canggu, Jumat (20_2_2026) _ bhi-01

BALIHARIINI.COM—LDS Group resmi membuka Reload Sanctuary Bali di Jalan Canggu Padang Linjong, Kuta Utara, Badung, Jumat, 20 Februari 2026. Kehadiran fasilitas ini mempertegas posisi Bali sebagai pusat gaya hidup sehat dan wellness dunia, sekaligus menandai ekspansi strategis LDS Group ke sektor kebugaran performa tinggi yang terintegrasi.

Reload Sanctuary Bali dirancang bukan sebagai pusat kebugaran konvensional, melainkan sebagai ekosistem kebugaran menyeluruh yang menggabungkan pelatihan performa tinggi, layanan pemulihan (recovery), nutrisi terkurasi, desain arsitektur kontekstual, hingga penguatan komunitas dalam satu ruang yang terintegrasi.

Pendiri LDS Group, Lal De Silva, menegaskan bahwa Reload dibangun dengan filosofi yang konsisten diterapkan dalam pengembangan berbagai lini bisnisnya.

“Reload lahir dari filosofi yang sama seperti brand-brand kami sebelumnya, yakni disiplin, kualitas, dan pengalaman. Nilai-nilai itu kami terjemahkan ke dalam industri kebugaran melalui konsep yang lebih menyeluruh,” ujar Lal De Silva.

Melalui LDS Group, Lal sebelumnya mengembangkan sejumlah merek gaya hidup dan kuliner seperti The Harvest dan MIDAZ. Pengalaman membangun brand premium tersebut menjadi fondasi dalam merancang Reload sebagai destinasi kebugaran dengan standar operasional yang terukur dan terstruktur.

Reload pertama kali hadir di Jakarta sebagai pusat pelatihan performa tinggi (high-performance training center). Konsep awalnya menitikberatkan pada struktur latihan yang disiplin, sistem akuntabilitas, serta pencapaian hasil yang terukur melalui pendekatan berbasis data dan program yang dirancang khusus.

Dalam waktu relatif singkat, konsep tersebut menarik minat kalangan profesional, pengusaha, hingga atlet yang membutuhkan sistem latihan yang lebih terarah dan terukur dibanding gym konvensional.

Ekspansi ke Bali lahir dari diskusi strategis antara Lal De Silva dan Nicolas yang kini menjabat sebagai CEO Reload Sanctuary Bali. Mereka melihat peluang besar untuk mengembangkan konsep performance gym menjadi destinasi wellness yang lebih imersif dan selaras dengan karakter Bali.

“Bali memiliki posisi global sebagai pusat gaya hidup sehat dan kebugaran. Kami ingin menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar gym, yaitu sebuah sanctuary yang mendukung performa sekaligus keseimbangan hidup,” kata Nicolas.

Ia memimpin langsung pengembangan proyek ini, mulai dari pencarian lahan, proses konstruksi, hingga pembentukan tim multidisiplin yang mencakup pelatih, spesialis pemulihan, serta konsultan nutrisi. Pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan visi merek berjalan konsisten sejak tahap perencanaan hingga operasional.

Ke depan, Reload Sanctuary disebut telah menyiapkan rencana ekspansi ke sejumlah negara di Asia, memperluas konsep kebugaran holistik berbasis performa yang telah dikembangkan di Indonesia.

Untuk memperkuat identitas ruang, LDS Group menggandeng arsitek ternama Indonesia, Andra Matin. Pendekatan desain minimalis dan kontekstual menjadi elemen utama dalam pembangunan fasilitas ini.

Bangunan Reload Sanctuary Bali dirancang sebagai respons terhadap gerakan tubuh dan lingkungan sekitar, bukan sekadar ruang berisi alat latihan. Material seperti beton ekspos, batu alam, kayu bernuansa hangat, serta bukaan pencahayaan alami dipilih untuk menciptakan suasana yang membumi dan menenangkan.

“Bangunan ini dirancang sebagai respons terhadap gerakan tubuh dan lingkungan. Kami ingin menciptakan ruang yang menyeimbangkan kekuatan dengan ketenangan,” ungkap Andra Matin.

Pendekatan arsitektur ini menjadi bagian penting dari konsep holistik Reload, karena lingkungan fisik dinilai berpengaruh langsung terhadap kualitas latihan, fokus, dan proses pemulihan.

Reload Sanctuary Bali menghadirkan integrasi layanan dalam satu ekosistem. Program pelatihan performa tinggi dikombinasikan dengan fasilitas pemulihan untuk membantu tubuh beradaptasi secara optimal terhadap intensitas latihan.

Selain itu, tersedia pendekatan nutrisi terkurasi yang dirancang untuk mendukung tujuan individu, baik peningkatan performa, pembentukan tubuh, maupun pemeliharaan kebugaran jangka panjang. Program komunitas juga menjadi bagian dari strategi membangun lingkungan yang suportif dan kolaboratif.

Konsep ini menyasar individu yang tidak hanya mengejar hasil fisik, tetapi juga memahami pentingnya keseimbangan hidup, manajemen stres, serta keberlanjutan performa dalam jangka panjang.

Dengan pembukaan di Canggu—kawasan yang dikenal sebagai pusat komunitas global dan gaya hidup sehat—Reload Sanctuary Bali memperkuat citra Pulau Dewata sebagai destinasi wellness kelas dunia. Kehadirannya juga menjadi langkah strategis LDS Group dalam memperluas portofolio bisnis dari sektor gaya hidup dan hospitality menuju kategori performa holistik yang terus berkembang di pasar global.