Memuat waktu...

FIRST BLOOD: Duel Indonesia vs Thailand, Sabuk WBC Asia Silver Diperebutkan di Bali

Balihariini • Saturday, 28 March 2026 | 09:17 WITA • Sport • 👁 57 dibaca
FIRST BLOOD: Duel Indonesia vs Thailand, Sabuk WBC Asia Silver Diperebutkan di Bali
Face off panas dua petarung Indonesia vs Thailand di ajang First Blood Bali jelang perebutan sabuk WBC Asia Silver_ bhi-01

BALIHARIINI.COM—Indonesia kembali mencuri perhatian di panggung olahraga tarung internasional. Ajang bertajuk “First Blood” siap menghadirkan duel panas Indonesia versus Thailand dalam perebutan sabuk World Boxing Council (WBC) Asia Silver, yang untuk pertama kalinya digelar di Tanah Air.

Event ini berlangsung pada 28 Maret 2026 di Atlas Super Club, Berawa, Badung, Bali, dan menjadi momentum penting bagi kebangkitan tinju profesional Indonesia di level Asia.

Pertarungan utama akan mempertemukan petinju tuan rumah, Rabowo Surya, melawan wakil Thailand, Aniwat Ngonsai. Duel delapan ronde di kelas cruiserweight ini diprediksi berlangsung sengit, mengingat kedua petarung membawa ambisi besar untuk merebut sabuk bergengsi tersebut.

Rabowo menegaskan kesiapan menghadapi tekanan besar di laga internasional pertamanya ini. Ia menyebut kesempatan ini sebagai titik balik perjalanan panjangnya di dunia tinju.

“Ini kesempatan besar buat saya. Lawan dari Thailand pasti datang untuk menang, tapi saya optimis dengan persiapan yang sudah kami lakukan,” ujar Rabowo dalam sesi face off.

Duel ini bukan sekadar pertarungan biasa. Laga Indonesia vs Thailand kerap identik dengan intensitas tinggi, terlebih petarung Thailand dikenal agresif dan memiliki daya tahan kuat di atas ring.

Namun Rabowo tidak gentar. Ia menilai kualitas teknik petinju Indonesia mampu bersaing, bahkan berpeluang menciptakan kejutan di hadapan publik sendiri.

Dengan dukungan penuh penonton tuan rumah, Rabowo bertekad mengamankan kemenangan sekaligus membuka jalan bagi lahirnya juara Indonesia di kelas berat yang selama ini masih jarang bersinar di kancah internasional.

Promotor dan panitia First Blood Bali memperlihatkan sabuk WBC Asia Silver yang akan diperebutkan di laga utama _ bhi-01
Promotor dan panitia First Blood Bali memperlihatkan sabuk WBC Asia Silver yang akan diperebutkan di laga utama _ bhi-01

Selain partai utama, “First Blood” juga menghadirkan laga menarik lainnya. Perebutan sabuk WBC Muay Thai Indonesia kelas lightweight akan mempertemukan Agung Wahyudi melawan Arsy Ahmad dalam duel lima ronde yang tak kalah panas.

Ajang ini juga menjadi panggung bagi petinju lokal Bali, Cakti Dwi Putra, yang akan melakoni debut profesional di kelas welterweight di hadapan publik sendiri.

Event ini dipromotori oleh Garuda Legacy Promotion (GLP), yang meski baru berdiri pada akhir 2025, langsung menunjukkan ambisi besar dengan menghadirkan ajang bertaraf internasional.

Promotor GLP, Vadim Petrov, menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam dunia tinju, namun membutuhkan sistem pembinaan yang lebih modern dan profesional.

“Indonesia punya banyak talenta. Kami ingin menghadirkan standar pelatihan, disiplin, dan manajemen atlet yang mampu membawa petinju Indonesia bersaing di tingkat dunia,” ujarnya.

Pemilihan Bali sebagai lokasi juga menjadi strategi penting. Selain dikenal sebagai destinasi wisata global, Bali dinilai mampu menarik perhatian dunia sekaligus memperluas eksposur olahraga tarung Indonesia.

Seluruh rangkaian pertandingan dapat disaksikan langsung di venue maupun melalui layanan Pay-Per-View (PPV) di aplikasi Vidio.(BHI01)