Bali Wedding Fair 2026 Resmi Dibuka, 120 Brand Ramaikan Tren Pernikahan Modern Berkelas

BALIHARIINI.COM—Bali Wedding Fair 2026 resmi dibuka dan berlangsung selama tiga hari, 20–22 Februari 2026, di Bali Beach Convention Center, kawasan The Meru Sanur. Pameran ini menghadirkan ragam tren pernikahan modern, vendor profesional, hingga sesi konsultasi langsung bagi calon pengantin.
Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, Bali Wedding Fair kian memperkuat posisinya sebagai salah satu pameran pernikahan paling komprehensif di Bali. Ajang ini menyasar pasangan lokal maupun internasional yang tengah merancang momen sakral mereka, sekaligus membuka ruang inspirasi mulai dari konsep intimate wedding hingga pesta pernikahan mewah di Pulau Dewata.
Event Director Bali Wedding Fair, Ferdiansyah King, mengaku bersyukur karena animo pelaku industri terus meningkat.
“Ini adalah tahun kedua Bali Wedding Fair. Harapannya, acara ini bisa semakin mengangkat industri pernikahan di Bali. Tahun ini ada sekitar 120 brand yang bergabung, bahkan sebenarnya masih banyak lagi yang ingin ikut,” ujarnya.
Ia menegaskan, visi utama penyelenggaraan ini adalah mempertemukan calon pengantin dengan berbagai vendor dalam satu lokasi agar proses perencanaan menjadi lebih praktis dan efisien.
“Visi kami membantu pasangan bertemu langsung dengan vendor-vendor, bisa ngobrol dengan wedding organizer, dekorasi, venue, dan berbagai kebutuhan lainnya. Kebetulan The Meru juga punya visi yang sama, tidak eksklusif hanya hotel ini saja, tapi kita berkolaborasi dengan hotel-hotel lain dan WO juga. Jadi konsepnya terbuka,” jelasnya.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, pasangan dapat memilih vendor terbaik sesuai kebutuhan dan anggaran, sementara pelaku industri memperoleh peluang memperluas jaringan bisnis.
“Harapannya para couples yang datang bisa menemukan vendor terbaik, dan vendor yang bergabung di Bali Wedding Fair juga bisa bertemu langsung dengan calon klien sehingga industri pernikahan di Bali bisa semakin meningkat,” tambahnya.
General Manager The Meru Sanur, Ed Rea, menyebut segmen pernikahan di Bali menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai sinergi antar pelaku industri menjadi kunci agar Bali tetap kompetitif sebagai destinasi wedding global.
“Kita semua hadir di sini untuk mempromosikan Bali sebagai destinasi pernikahan yang magis. Baik hotel kecil maupun besar, venue ballroom, hingga vendor dari berbagai daerah di Bali, semuanya bekerja bersama untuk memajukan destinasi ini,” katanya.
Senada, Director of Marketing & Communications The Meru Sanur, Melody Siagian, menambahkan bahwa Bali Wedding Fair dirancang sebagai agenda tahunan yang memperkuat positioning Bali di pasar internasional.
“Kami punya visi yang lebih besar, yaitu bersama-sama dengan pelaku industri dekorasi, wedding organizer, dan lainnya untuk menjadikan Bali sebagai destinasi pernikahan yang berkelas di dunia. Kami juga berterima kasih karena dari tahun ke tahun semakin banyak yang bergabung dalam Bali Wedding Fair,” ujarnya.
Tahun ini, penyelenggara menghadirkan konsep baru melalui area Bali Culinary yang menampilkan vendor makanan dan minuman.
“Tahun ini yang berbeda adalah adanya Bali Culinary. Jadi tidak hanya vendor wedding, tetapi juga ada vendor food and beverage. Turis maupun masyarakat yang tinggal di Bali bisa datang dan menikmati area tersebut,” jelas Melody.
Ketua Bali Wedding Association, Veronika Ika Prawasi, menegaskan bahwa industri pernikahan memiliki peran strategis dalam ekosistem pariwisata Bali.
“Industri pernikahan bukan hanya tentang seremoni, tetapi bagian dari experiential tourism yang memiliki multiplier effect besar bagi perekonomian Bali, mulai dari hotel, vila, transportasi hingga tenaga kerja kreatif,” ujarnya.
Menurutnya, Bali Wedding Fair menjadi momentum konsolidasi industri untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan standar layanan. Dengan dukungan asosiasi, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan, ajang ini diharapkan mampu mempertegas posisi Bali sebagai benchmark destinasi pernikahan kelas dunia.
Kehadiran lebih dari 120 brand serta konsep kolaboratif yang terbuka menjadi sinyal bahwa industri wedding di Bali tidak hanya bertahan, tetapi terus berevolusi mengikuti tren global. Bali Wedding Fair 2026 pun tak sekadar pameran, melainkan cerminan optimisme sektor pernikahan dalam menggerakkan roda pariwisata Pulau Dewata.