Minggu, 13 September 2026 14:28:25
Minggu, 13 September 2026 14:28:25
Minggu, 13 September 2026 14:28:25

Syrco BASÈ Evolusikan Tasting Menu, Angkat Kekayaan Bahan Lokal Bali dalam Setiap Sajian

BalihariiniThursday, 10 September 2026 | 00:45 WITALifestyle, Wisata👁 13 dibaca
Syrco BASÈ Evolusikan Tasting Menu, Angkat Kekayaan Bahan Lokal Bali dalam Setiap Sajian
Sajian terbaru Syrco BASÈ Ubud memadukan teknik fine dining dengan hasil laut, kebun, dan cita rasa khas Bali_bhi-ist

BALIHARIINI.COM—Syrco BASÈ kembali mempertegas posisinya sebagai salah satu destinasi fine dining terkemuka di Indonesia dengan menghadirkan evolusi terbaru dari tasting menu andalannya. Berlokasi di Ubud, Bali, restoran yang didirikan oleh Chef peraih dua bintang Michelin, Syrco Bakker, tersebut memperkenalkan pengalaman bersantap baru yang semakin menonjolkan kekayaan bahan pangan lokal, hubungan erat dengan para produsen, serta cerita di balik setiap hidangan.

Peluncuran menu terbaru ini menjadi langkah lanjutan dalam perjalanan Syrco BASÈ sejak dibuka pada Januari 2024. Tidak sekadar menghadirkan cita rasa baru, penyempurnaan tersebut juga memperdalam filosofi utama restoran yang berlandaskan Traceability, Nature, dan Transparency, tiga nilai yang kini diwujudkan secara lebih nyata dalam setiap sajian.

Chef Syrco Bakker mengatakan perkembangan menu tersebut merupakan hasil perjalanan panjang tim dalam memahami kekayaan kuliner Indonesia, mulai dari karakter bahan hingga sosok-sosok yang berada di balik rantai pasoknya.

“Menu-menu ini mencerminkan perjalanan kami yang terus berkembang dalam menemukan cara untuk mengekspresikan diri melalui makanan, cita rasa, dan keseluruhan pengalaman bersantap,” ujar Chef Syrco.

Ia mengungkapkan, saat pertama kali membuka restoran, tim masih mencari bentuk terbaik untuk menerjemahkan identitas Indonesia melalui hidangan yang disajikan.

“Ketika pertama kali buka, kami masih mencari cara untuk mengekspresikan Indonesia melalui makanan kami. Kini, kami memahami bahan-bahan yang kami gunakan dan orang-orang di baliknya dengan jauh lebih baik. Pemahaman tersebut mengubah cara kami memasak,” katanya.

Transformasi paling terasa hadir di KU culinary atelier, ruang makan eksklusif dengan kapasitas hanya 12 tamu yang dipimpin langsung oleh Chef Syrco bersama Chef Dawid Koszykowski.

Di ruang ini, pengalaman bersantap disusun melalui 11 hidangan yang disebut sebagai “moment”. Seluruh sajian dipersiapkan di dapur terbuka sehingga tamu dapat menyaksikan langsung proses memasak sekaligus berinteraksi dengan para chef.

Setiap “moment” dirancang menggunakan bahan-bahan terbaik sesuai musim hasil kolaborasi bersama petani, nelayan, serta tim kebun Syrco BASÈ.

Salah satu sajian yang menjadi sorotan adalah Catch of Oka, hidangan berbahan dasar ikan hasil tangkapan nelayan Jimbaran bernama Oka. Berbeda dengan restoran pada umumnya yang menentukan jenis ikan tertentu, tim Syrco BASÈ justru memilih ikan berdasarkan hasil tangkapan segar setiap pagi.

Chef Syrco menyebut pendekatan tersebut menjadi bentuk nyata filosofi traceability yang diterapkan restoran.

“Oka adalah contoh sempurna dari arti traceability bagi kami. Kami pun mengenalnya, memahami cara ia bekerja, dan menyesuaikan diri dengan apa yang ia tangkap. Hubungan seperti ini jauh lebih menarik bagi kami dibandingkan menuntut jenis ikan yang sama setiap hari,” ujarnya.

Selain Catch of Oka, perjalanan kuliner juga menghadirkan perpaduan rasa unik melalui hidangan Shrimp dengan marigold dan tarragon, Hamachi yang dipadukan jambu air lokal, hingga Land & Garden yang mengombinasikan tomat, kopi Kintamani, dan aneka herba dari kebun.

Sebagai penutup, tamu disuguhi interpretasi modern dari dua kudapan tradisional Indonesia, yakni klepon dan rujak, yang dipadukan dengan praline sambal matah.

Evolusi serupa juga diterapkan pada Syrco BASÈ Restaurant. Struktur tasting menu tetap dipertahankan, namun setiap hidangan mengalami penyempurnaan dari sisi teknik memasak, presentasi, hingga eksplorasi rasa.

Perjalanan bersantap diawali dengan tiga sajian pembuka berupa tartelette, tartare udang dengan shiso dan sambal merah aromatik, serta jagung bakar yang terinspirasi dari kuliner pantai Bali dengan perpaduan asam jawa dan cabai.

Menu kemudian berlanjut dengan Oka’s Catch, oyster asal Lombok, hamachi berpadu sayuran akar dan jambu air, crayfish dari Nusa Dua, ayam kampung berbumbu hitam, hingga spiny lobster Jimbaran yang dipadukan dengan labu Jepang dalam sajian chawanmushi.

Menurut Chef Syrco, setiap bahan dipilih bukan hanya karena kualitasnya, melainkan juga karena asal-usulnya yang jelas sehingga penghargaan dapat diberikan kepada petani, nelayan, maupun artisan lokal yang terlibat dalam proses tersebut.

“Setiap bahan dipilih secara cermat bukan hanya berdasarkan kualitasnya, tetapi juga ketertelusurannya, sehingga kami dapat memberikan apresiasi kepada para produsen dan artisan yang memungkinkan setiap hidangan ini tercipta.”

Peran kebun Syrco BASÈ kini semakin besar dalam menyuplai kebutuhan dapur restoran. Berbagai bahan seperti kelapa, bunga, buah, dan herba dipanen langsung dari area kebun yang berada di lingkungan properti.

Pendekatan tersebut memperkuat hubungan antara makanan yang disajikan dengan asal-usul bahan bakunya sekaligus mempertegas komitmen restoran terhadap praktik kuliner berkelanjutan.

Di saat yang sama, Syrco BASÈ Bar juga memperkenalkan pembaruan menu dengan sentuhan cita rasa Indonesia. Sejumlah menu baru seperti beef steak tartare dengan saus rendang dan taro rosti bersama ayam betutu serta kecombrang menjadi bagian dari pengalaman kuliner yang lebih santai.

Chef Syrco menegaskan seluruh inovasi tersebut tetap berpijak pada satu tujuan utama.

“Tujuannya adalah agar setiap hidangan dapat berbicara dengan sendirinya, mengekspresikan kualitas bahan sekaligus filosofi yang ada di baliknya,” tuturnya.

Didirikan oleh Chef Syrco Bakker yang sebelumnya sukses membawa restoran Pure C di Belanda meraih dua bintang Michelin, Syrco BASÈ menjadi restoran pertama di Indonesia yang dibangun oleh chef pemegang dua Michelin Stars.

Sejak beroperasi pada Januari 2024, restoran ini terus memperoleh pengakuan internasional, mulai dari masuk dalam daftar restoran terbaik di Bali versi Traveller, meraih Gold Distinction PRESTIGE Gourmet Awards Indonesia selama dua tahun berturut-turut, hingga masuk dalam daftar 20 Best Restaurants 2026 versi Tatler Dining Indonesia.

Melalui evolusi tasting menu terbaru ini, Syrco BASÈ tidak hanya menawarkan pengalaman fine dining berkelas dunia, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kekayaan alam, budaya, petani, nelayan, dan artisan Indonesia dapat menjadi pusat dari pengalaman gastronomi modern yang autentik.(BHI01)