Memuat waktu...

Tanah Lot Tetap Ramai di Akhir Tahun Meski Kunjungan Wisatawan 2025 Menurun

Balihariini • Wednesday, 31 December 2025 | 12:20 WITA • Wisata • 👁 71 dibaca
Tanah Lot Tetap Ramai di Akhir Tahun Meski Kunjungan Wisatawan 2025 Menurun
Wisatawan menikmati panorama Tanah Lot saat libur akhir tahun di tengah penurunan jumlah kunjungan sepanjang 2025 _bhi_01

BALIHARIINI.COM—Obyek wisata Tanah Lot di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, mencatat penurunan jumlah kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025. Meski demikian, aktivitas pariwisata di salah satu ikon wisata Bali tersebut tetap berlangsung normal hingga penghujung tahun.

Data pengelola mencatat total kunjungan wisatawan ke Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot selama 2025 mencapai sekitar 1,4 juta orang. Angka ini lebih rendah dibandingkan capaian tahun 2024 yang menembus sekitar 1,7 juta kunjungan.

Penurunan jumlah wisatawan juga terasa pada periode akhir tahun. Meski tidak tergolong tajam, tren kunjungan pada Desember 2025 masih berada di bawah periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, suasana kawasan Tanah Lot tetap terlihat ramai oleh wisatawan domestik maupun mancanegara yang menikmati panorama matahari terbenam dan kawasan pesisir.

Asisten Manajer DTW Tanah Lot, I Putu Toni Wirawan, menjelaskan bahwa selisih penurunan kunjungan sepanjang 2025 mencapai sekitar 300 ribu wisatawan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut terjadi meskipun Tanah Lot masih menjadi destinasi favorit bagi pelancong.

“Jika dibandingkan dengan tahun 2024 lalu, memang terjadi penurunan. Dari sekitar 1,7 juta kunjungan menjadi 1,4 juta kunjungan di tahun 2025, sehingga ada selisih sekitar 300 ribu wisatawan,” ujar Toni dalam keterangannya, Selasa, 30 Desember 2025.

Meski secara total mengalami penurunan, komposisi kunjungan wisatawan ke Tanah Lot pada 2025 terbilang relatif seimbang. Wisatawan domestik masih menjadi penyumbang terbesar dengan persentase sekitar 52 persen dari total kunjungan.

Sementara itu, wisatawan mancanegara menyumbang sekitar 48 persen. Kunjungan wisatawan asing ke Tanah Lot pada tahun ini didominasi oleh pelancong asal India, China, dan Prancis.

Menariknya, di tengah penurunan jumlah pengunjung, pendapatan DTW Tanah Lot justru mengalami peningkatan signifikan. Sepanjang 2025, pendapatan destinasi ini tercatat menembus angka lebih dari Rp72 miliar, meningkat dibandingkan pendapatan tahun 2024 yang berada di kisaran Rp52 miliar.

Menurut Toni, kenaikan pendapatan tersebut dipengaruhi oleh penyesuaian harga tiket masuk yang diberlakukan pada 2025 serta kontribusi wisatawan mancanegara.

“Walaupun kunjungan menurun, pendapatan kami justru meningkat. Salah satu faktornya karena adanya kenaikan harga tiket dibandingkan tahun sebelumnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, peningkatan jumlah wisatawan mancanegara turut memberikan dampak positif terhadap pemasukan DTW Tanah Lot, khususnya dari wisatawan asal China dan India.

“Peningkatan jumlah wisatawan mancanegara di tahun 2025 ini menjadi salah satu penyebab pendapatan DTW Tanah Lot meningkat,” ungkap Toni.

Untuk periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), jumlah kunjungan wisatawan ke Tanah Lot juga dilaporkan sempat menurun. Pada 20 Desember 2025, kunjungan harian tercatat hanya sekitar 2.000 orang, lebih rendah dari rata-rata kunjungan harian normal yang berkisar 3.000 wisatawan.

Namun, menjelang akhir tahun, tren kunjungan mulai menunjukkan peningkatan. Pada Senin, 29 Desember 2025, jumlah wisatawan yang masuk ke kawasan Tanah Lot tercatat menembus angka lebih dari 6.000 orang dalam satu hari.

Pengelola memprediksi puncak kunjungan wisatawan akan terjadi pada 31 Desember 2025 dan 1 Januari 2026, seiring meningkatnya aktivitas wisata saat malam pergantian tahun dan hari pertama tahun baru. Pengawasan dan pengelolaan kawasan terus dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan wisatawan.