HUT 81 RI di Pantai Sanur, Bendera Raksasa Hiasi Bali Beach Hotel Wisatawan Asing Ikut Upacara

BALIHARIINI.COM—Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan Pantai Sanur, Denpasar, menghadirkan pemandangan berbeda pada Senin, 17 Agustus 2026. Sejumlah wisatawan mancanegara yang tengah berlibur di Bali turut mengikuti upacara pengibaran Bendera Merah Putih bersama masyarakat, karyawan hotel, hingga tokoh adat setempat.
Upacara yang digelar oleh The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel itu menjadi salah satu daya tarik perayaan HUT RI tahun ini. Tidak hanya menjadi seremoni nasional, kegiatan tersebut juga menghadirkan pengalaman budaya bagi wisatawan asing yang menyaksikan langsung prosesi penghormatan kepada Sang Merah Putih.
Director of Marketing Communications The Meru Sanur, Bali Beach Hotel, The Heritage Collection, Bali Beach Convention, Melody Siagian, mengatakan pelaksanaan upacara tahun ini sengaja dibuka untuk masyarakat luas dan tidak lagi terbatas bagi karyawan perusahaan.
“Upacara benderanya biasanya untuk karyawan saja. Tapi tahun ini kita undang semua, mulai bendesa adat, anak-anak SD lokal, yayasan disabilitas, dan juga tamu. Ada tamu asing yang ikut upacara karena menurut mereka ini pengalaman yang tidak mereka dapatkan di negaranya,” ujar Melody.
Upacara dipimpin Inspektur Upacara Wiwik Wahyuni yang menjabat Senior Director Human Capital Talent Culture and Transformation Danantara. Kegiatan tersebut juga dihadiri Direktur Utama InJourney Hospitality Christine Hutabarat serta General Manager The Meru Sanur, Bali Beach Hotel & Convention Centre Ed Brea.
Salah satu ikon yang paling mencuri perhatian dalam peringatan HUT ke-81 RI di kawasan Sanur adalah pengibaran bendera Merah Putih raksasa berukuran 7 x 8 meter dari gedung Bali Beach Hotel. Bendera dikibarkan dari bangunan setinggi sekitar 10 lantai sehingga tampak mencolok dari sepanjang kawasan Pantai Sanur.
Menurut Melody, pengibaran bendera berukuran besar tersebut tidak terlepas dari nilai historis Bali Beach Hotel yang dibangun pada 1966 atas visi Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.
“Bali Beach itu dari sisi sejarah memang gedung yang punya nilai sejarah, khususnya di Bali. Dibangun tahun 1966 dan dengan visi Pak Soekarno pada saat itu sebagai presiden pertama kita,” katanya.
Ia menjelaskan, setelah proses renovasi hotel selesai, pihak manajemen ingin menghadirkan sebuah ikon baru dalam perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Pengibaran bendera raksasa dipilih agar masyarakat maupun wisatawan dapat menikmati suasana kemerdekaan dari berbagai sudut kawasan Pantai Sanur.
“Kita berpikir ini bisa menjadi ikon. Karena dibawa oleh Pak Soekarno juga visi gedung ini, kita berpikir akan membuat pengibaran bendera di gedung supaya unik dan semua orang bisa menikmati,” ungkap Melody.
Perayaan HUT ke-81 RI di kawasan The Sanur dikemas dalam konsep Pesta Rakyat yang berlangsung sejak matahari terbit hingga malam hari. Rangkaian kegiatan diawali dengan pertunjukan Sunrise Jazz Surya Suwana yang menghadirkan musisi Indra Lesmana, kemudian dilanjutkan upacara bendera.
Selain itu, panitia menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan puskesmas di Kota Denpasar, meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta layanan kesehatan lainnya untuk 100 peserta.
Pelaku UMKM lokal juga diberi kesempatan membuka stan bazar tanpa dikenakan sistem bagi hasil. Sementara pada sore hingga malam hari, pengunjung disuguhkan Bali Beach Cultural Night yang menghadirkan pertunjukan seni budaya, termasuk tari Kecak, berbagai permainan tradisional seperti makan kerupuk dan tarik tambang, serta lomba panjat pinang yang diperuntukkan bagi karyawan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat diikuti masyarakat tanpa dipungut biaya. Menurut Melody, konsep ini dirancang agar peringatan Hari Kemerdekaan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk memperkenalkan identitas bangsa kepada wisatawan yang datang ke Bali.
“Makanya kita tidak ingin ada pricing atau tiket, semuanya free. Jadi dari kita untuk masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai keterlibatan wisatawan asing dalam upacara bendera menjadi simbol bahwa tradisi peringatan kemerdekaan Indonesia mampu menjadi sarana diplomasi budaya sekaligus memperkuat rasa kebangsaan.
“Kadang kita lupa lagu kebangsaan, kita lupakan identitas kita. Jadi dengan adanya Pesta Rakyat ini membantu khususnya tidak cuma warga lokal, tapi warga turis asing juga melihat bahwa kita merayakan tradisi ini,” pungkasnya.(BHI01)