ITDC Nusa Dua Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Puluhan Anak Yatim, Ramadan Penuh Makna

BALIHARIINI.COM—Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di kawasan Puja Mandala, Kampial, Nusa Dua, Bali, Jumat, 13 Maret 2026. Pengelola kawasan pariwisata The InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua menggelar kegiatan berbagi sekaligus buka puasa bersama masyarakat sekitar di Masjid Agung Ibnu Batutah.
Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus refleksi di bulan suci Ramadan. Dalam kesempatan tersebut, ITDC menyalurkan bantuan kepada puluhan anak yatim yang tinggal di sekitar kawasan pariwisata Nusa Dua.
Sebanyak 50 anak yatim berusia 5 hingga 11 tahun menerima paket bantuan pendidikan berupa tas sekolah dan alat tulis. Selain itu, mereka juga mendapatkan bantuan kebutuhan pokok serta santunan untuk membantu kebutuhan sehari-hari.
General Manager ITDC Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar Kawasan Nusa Dua.
“Sore hari ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap anak-anak yatim yang berada di kawasan KEK Nusa Dua. Kegiatan ini telah menjadi tradisi tahunan, khususnya di bulan Ramadan, untuk menyampaikan pesan kedamaian, keberagaman, kebersamaan, dan semangat berbagi,” ujar Agus.
Ia juga menilai lokasi kegiatan di kompleks Puja Mandala memiliki makna tersendiri. Kawasan ini dikenal sebagai simbol kerukunan karena menjadi tempat berdirinya rumah ibadah dari lima agama yang diakui di Indonesia.
“Sangat tepat kita berkumpul di kompleks Puja Mandala, tempat suci yang merepresentasikan lima agama di negara kita,” lanjutnya.
Selain kegiatan sosial, ITDC juga memaparkan perkembangan sektor pariwisata di kawasan Nusa Dua menjelang periode libur panjang yang bertepatan dengan Ramadan, Hari Raya Nyepi, dan Idulfitri 2026.
Manajemen ITDC menargetkan tingkat okupansi hotel mencapai 75 persen selama periode tersebut. Hingga pekan pertama Maret 2026, tingkat hunian tercatat stabil di angka 67 persen.
Pasar wisatawan di kawasan Nusa Dua saat ini masih didominasi oleh turis mancanegara, terutama dari Australia dan China.
Agus menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan para tenant hotel dan vila untuk memastikan seluruh aktivitas wisata tetap menghormati aturan adat dan tradisi lokal, khususnya saat perayaan Nyepi.
Selain itu, tren pemesanan hotel menunjukkan meningkatnya minat wisatawan domestik yang memilih paket staycation atau paket Nyepi dengan durasi rata-rata tiga hari dua malam. Sebagian besar tamu berasal dari wilayah Bali sendiri.
“Kami juga mengucapkan selamat merayakan Nyepi dan Idulfitri 2026. Semoga semuanya berjalan lancar dan menjadi momen yang indah untuk berkumpul bersama keluarga,” pungkas Agus.(BHI01)