Jasamarga Bali Tol Catat Kinerja Positif Sepanjang 2025, Lalu Lintas Naik hingga 10,67 Persen

BALIHARIINI.COM—PT Jasamarga Bali Tol (PT JBT) mencatatkan tren pertumbuhan positif sepanjang tahun buku 2025. Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pengelola Ruas Tol Bali Mandara itu berhasil meningkatkan pendapatan, volume lalu lintas kendaraan, hingga kualitas pelayanan operasional secara berkelanjutan.
Capaian tersebut dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Ballroom Maya Sanur Resort, Denpasar, Bali, Jumat, 22 Mei 2026.
Rapat dipimpin Komisaris Utama PT JBT, Lisye Octaviana, serta dihadiri sejumlah pemegang saham, di antaranya PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, PT Angkasa Pura Indonesia, hingga sejumlah perusahaan BUMN karya.
Sepanjang 2025, PT JBT membukukan total pendapatan sebesar Rp216,4 miliar. Nilai tersebut meningkat 10,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp195,8 miliar.
Tak hanya itu, perusahaan juga mencatat pertumbuhan EBITDA sebesar Rp157,2 miliar atau naik 15,69 persen secara tahunan. Kinerja tersebut menunjukkan penguatan profitabilitas operasional yang ditopang strategi bisnis, peningkatan kualitas layanan, serta efisiensi biaya yang berjalan konsisten.
Direktur Utama PT JBT, I Ketut Adiputra Karang, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jalan tol.
“Pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan layanan jalan tol yang andal, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar I Ketut Adiputra Karang.
Dari sisi operasional, volume lalu lintas kendaraan di Ruas Tol Bali Mandara selama 2025 mencapai 20.278.229 kendaraan. Angka itu tumbuh 10,67 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan rata-rata lalu lintas harian mencapai 55.863 kendaraan.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, PT JBT juga menambah dua unit Gardu Tol Otomatis (GTO) khusus kendaraan Golongan I nonbus di Gerbang Tol Benoa sejak 22 Desember 2025.
Langkah tersebut dilakukan guna mempercepat transaksi kendaraan dan mengurangi antrean di gerbang tol saat periode libur panjang.
Selain fokus pada pertumbuhan bisnis, PT JBT juga memperkuat kualitas infrastruktur melalui berbagai program peningkatan mutu aset jalan tol. Hasilnya, perusahaan berhasil memenuhi target Standar Pelayanan Minimum (SPM) sebesar 100 persen.
Tak hanya itu, tingkat kepuasan pelanggan juga menunjukkan hasil positif. PT JBT mencatat Indeks Kepuasan Pelanggan sebesar 5,68 dari skala 6,00.
“Perseroan akan terus meningkatkan kinerja keberlanjutan dengan mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik serta menghadirkan konektivitas tanpa batas bagi masyarakat,” kata I Ketut Adiputra Karang.
Dalam agenda RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan komisaris perusahaan. Kompyang Raka Swandika resmi diberhentikan dengan hormat sebagai Komisaris perwakilan Pemerintah Kabupaten Badung efektif per 31 Mei 2026.
Sebagai penggantinya, RUPS mengangkat I Wayan Suweta sebagai Komisaris PT JBT yang mewakili Pemerintah Kabupaten Badung mulai 1 Juni 2026.
Saat ini, susunan Dewan Komisaris PT JBT terdiri dari Lisye Octaviana sebagai Komisaris Utama, Anak Agung Ngurah Maha Diptha sebagai Komisaris, dan I Wayan Suweta sebagai Komisaris.
Sementara jajaran direksi dipimpin oleh Direktur Utama I Ketut Adiputra Karang dan Direktur Keuangan I Wayan Eka Saputra.
PT JBT menegaskan akan terus menjaga tren pertumbuhan positif perusahaan melalui penguatan layanan operasional, inovasi infrastruktur, serta penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten.(BHI-01)