Memuat waktu...

Mereren Festival 2026 Siap Hidupkan Pererenan Lewat Perayaan Budaya, Musik, dan Komunitas

Balihariini • Wednesday, 12 August 2026 | 14:07 WITA • Lifestyle, Wisata • 👁 39 dibaca
Mereren Festival 2026 Siap Hidupkan Pererenan Lewat Perayaan Budaya, Musik, dan Komunitas
Mereren Festival 2026 menghadirkan kolaborasi budaya, musik, dan komunitas di Pantai Pererenan_bhi-01

BALIHARIINI.COM—Kawasan Pererenan, Mengwi, Badung, kembali menjadi pusat perayaan budaya, kreativitas, musik, kuliner, wellness, dan komunitas melalui Mereren Festival 2026 yang akan digelar pada 21–23 Agustus 2026. Mengusung tema “Sasmita Samudra: The Sign of the Sea”, festival tahun kedua ini akan berlangsung di Pantai Pererenan dan Noema Resort Pererenan dengan melibatkan 31 pelaku usaha dan ruang kreatif di kawasan tersebut.

Festival Director Mereren Festival 2026 sekaligus General Manager Noema Resort Pererenan, Ricky Tanza, mengatakan Mereren Festival dirancang sebagai ruang kolaborasi yang melibatkan seluruh elemen di Pererenan, bukan sekadar agenda Noema Resort.

“Bukan hanya Noema saja. Noema hanya sebagai community untuk mengoneksikan semuanya, ide-ide yang ada di perayaan kita sendiri,” ujar Ricky Tanza.

Melalui program Mereren Passport, pengunjung diajak menjelajahi restoran, workshop, studio kerajinan, hingga ruang budaya di Pererenan. Menurut Ricky, konsep ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha dan investor.

“Bisa memberikan ide atau peluang kepada semua orang, baik masyarakat sekitar, investor, atau mungkin mereka bisa melihat ada opportunity bisnis di sini,” katanya.

Mereren Festival juga ditargetkan menjadi agenda tahunan yang memperkuat citra Pererenan sebagai destinasi wisata kreatif bertaraf internasional.

“Harapannya semua negara akan datang ke Bali dan mengenal Pererenan itu sendiri,” ujarnya.

Selama tiga hari, festival menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari BICARA Talks, Pasar Pererenan, workshop seni, sunrise meditation, pertunjukan budaya, hingga konser musik. Salah satu penampil utama adalah grup elektronik asal Prancis Télépopmusik, bersama FAKTTA dan ZOOT.

Festival juga menghadirkan Kite Festival & Showcase, yang mempertemukan komunitas layang-layang lokal dengan peserta dari delapan negara, yakni Singapura, Swedia, Denmark, Jerman, Thailand, Amerika Serikat, Australia, dan Korea Selatan.

Director of Brand & Marketing Noema Resort, Arcky Aldwi Yanri, mengatakan festival mengusung filosofi “Mereren” yang berarti berhenti sejenak untuk menikmati kehidupan di tengah dinamika Bali.

“Kita juga mengajak teman-teman lokal dan teman-teman dari berbagai negara untuk slow down dulu,” ujar Arcky.

Selain festival, penyelenggara juga memperkenalkan House of Noema, ruang kreatif yang menampilkan karya seniman lokal, menggelar kompetisi fotografi Through the Eyes of Pererenan, serta aksi Neighborhood Street & Beach Clean-Up sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.

Mereren Festival 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara budaya, komunitas, pariwisata, dan ekonomi kreatif sehingga Pererenan semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.(BHI01)