Memuat waktu...

Tol Bali Mandara Ditutup 32 Jam Saat Nyepi 2026, Jasamarga Bali Tol Siapkan Layanan Maksimal Sambut Lebaran

Balihariini • Thursday, 12 March 2026 | 15:34 WITA • News • 👁 84 dibaca
Tol Bali Mandara Ditutup 32 Jam Saat Nyepi 2026, Jasamarga Bali Tol Siapkan Layanan Maksimal Sambut Lebaran
Jasamarga Bali Tol sampaikan rencana Penutupan Tol Saat Nyepi dan Perkuat Layanan Jelang Idul Fitri 2026_ bhi-01

BALIHARIINI.COM—Jasamarga Bali Tol (JBT) menyiapkan sejumlah langkah strategis guna mendukung kelancaran perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Çaka 1948 sekaligus mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Perusahaan yang mengelola Jalan Tol Bali Mandara itu memastikan operasional jalan tol akan dihentikan sementara selama 32 jam sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Nyepi di Bali.

Direktur Utama PT JBT, I Ketut Adiputra Karang, menjelaskan penutupan jalan tol akan dimulai pada Rabu, 18 Maret 2026 pukul 23.00 WITA hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 07.00 WITA.

“Penutupan operasional ini merupakan bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang merupakan hari suci bagi umat Hindu di Bali,” ujar Adiputra dalam keterangan resminya, Kamis, 12 Mater 2026.

Meski demikian, akses jalan tol tetap dapat digunakan untuk kondisi darurat. Kendaraan seperti ambulans, mobil pemadam kebakaran, maupun kendaraan operasional penting lainnya masih diperbolehkan melintas dengan pengawalan dari pecalang atau instansi terkait sesuai prosedur.

Selama masa penutupan, petugas tol tetap bersiaga untuk memastikan sistem layanan dan keamanan jalan tol berjalan sesuai standar operasional.

Selain mendukung pelaksanaan Nyepi, PT JBT juga terlibat dalam pengamanan dan kelancaran Upacara Melasti yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Maret 2026 pukul 05.00 WITA di kawasan pemelastian Desa Adat Pedungan.

Untuk memastikan arus lalu lintas tetap terkendali, perusahaan menurunkan Tim Mobile Customer Service serta berkoordinasi dengan Polsek Benoa, Polisi Lalu Lintas Induk VI Ditlantas Polda Bali, dan pecalang setempat.

Selama prosesi berlangsung, rekayasa lalu lintas berupa sistem contra flow sementara akan diterapkan di jalan akses menuju Pelabuhan Benoa.

Jalur dari Depo Pertamina menuju Pelabuhan Benoa akan diprioritaskan bagi masyarakat yang mengikuti upacara Melasti, sementara jalur dari Pelabuhan Benoa menuju Pesanggaran akan difungsikan sebagai jalur dua arah.

Selain pengaturan lalu lintas, PT JBT juga menyiagakan petugas kebersihan di sekitar lokasi upacara serta menyediakan ambulans di beberapa titik strategis.

Di sisi lain, PT JBT juga melakukan persiapan untuk menghadapi potensi peningkatan mobilitas masyarakat pada masa libur panjang Idul Fitri 1447 H.

Perusahaan telah membentuk Satgas Jasamarga Bali Tol Siaga Idul Fitri 1447 H/Lebaran 2026 yang akan bertugas mulai H-10 Lebaran atau 11 Maret hingga H+10 Lebaran pada 1 April 2026.

Berdasarkan proyeksi perusahaan, puncak lalu lintas di Jalan Tol Bali Mandara diperkirakan terjadi pada 27 Maret 2026 dengan sekitar 57.375 kendaraan melintas.

Meski bukan jalur utama mudik, PT JBT menilai potensi lonjakan kendaraan tetap perlu diantisipasi mengingat tingginya kunjungan wisatawan ke Bali selama periode libur Lebaran.

Untuk mendukung kelancaran perjalanan, PT JBT telah menambah dua Gardu Tol Otomatis (GTO) di Gerbang Tol Benoa yang mulai beroperasi sejak 22 Desember 2025.

Selain itu, perusahaan juga menyiagakan berbagai fasilitas pendukung seperti Mobile Customer Service, unit rescue, kendaraan derek, serta memastikan layanan operasional jalan tol berlangsung 24 jam penuh.

Pemeriksaan rutin terhadap kondisi jalan, penerangan, marka, hingga sistem drainase juga dilakukan secara berkala guna menjaga keamanan pengguna jalan.

Pengawasan khusus dan penambahan rambu juga diterapkan di sejumlah titik rawan kecelakaan untuk meminimalkan risiko selama periode libur panjang.

Komitmen peningkatan pelayanan tersebut turut tercermin dari meningkatnya jumlah kendaraan yang menggunakan Jalan Tol Bali Mandara.

Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 20.278.229 kendaraan melintas di jalan tol tersebut. Angka itu meningkat 10,67 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan rata-rata volume lalu lintas harian mencapai sekitar 55.863 kendaraan.

JBT juga memperkuat layanan informasi dengan menghadirkan One Call Center 133 yang dapat digunakan masyarakat untuk mendapatkan informasi, melaporkan kondisi darurat, maupun menyampaikan keluhan terkait layanan jalan tol.

“Atas nama seluruh jajaran Komisaris, Direksi, dan Karyawan PT Jasamarga Bali Tol, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Çaka 1948 dan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Semoga kedamaian dan kesejahteraan selalu menyertai kita semua. Komitmen kami adalah terus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pengguna jalan,” kata Adiputra.

Untuk memperoleh informasi terkini terkait kondisi lalu lintas, pengguna jalan dapat menghubungi One Call Center Jasa Marga 14080 atau 133, mengakses akun Instagram resmi jasamargabalitol_official, atau menggunakan aplikasi Travoy.(BHI01)