Jatiluwih Genjot Wisata Lewat Bali Tourism Run 2026, Targetkan 2.000 Pelari

BALIHARIINI.COM—Kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih di Kabupaten Tabanan, Bali, menyiapkan strategi baru untuk mendongkrak kunjungan wisatawan yang menurun dalam beberapa bulan terakhir. Salah satu langkah yang ditempuh adalah gelaran Bali Tourism Run 2026 pada 21 Juni mendatang.
Manajer DTW Jatiluwih, Ketut Purna, mengatakan penurunan kunjungan wisatawan mancanegara dipicu komplik timur tengah. Kondisi itu membuat biaya perjalanan ke Indonesia menjadi lebih mahal bagi sebagian wisatawan asing, ditambah nilai tukar mata uang Dollar juga ikut berdampak.
“Saat ini karena pengaruh nilai mata uang Dollar yang naik hingga menyebabkan nilai tukar rupiah melemah hingga masuk ke level Rp18.000, berdampak pada kunjungan wisatawan asing ke DTW Jatiluwih hingga mengalami penurunan mencapai 15 persen,” kata Ketut Purna,
Selain faktor ekonomi global, konflik di Timur Tengah juga disebut turut memengaruhi minat perjalanan wisatawan ke Bali, termasuk ke kawasan sawah terasering Jatiluwih yang berstatus Warisan Budaya Dunia UNESCO.
Untuk memulihkan tren kunjungan, pengelola DTW Jatiluwih menggandeng sektor olahraga dan pariwisata melalui penyelenggaraan Bali Tourism Run. Ajang lari itu ditargetkan diikuti 2.000 peserta dari berbagai daerah.
“Bali Tourism Run tersebut akan digelar pada Minggu, 21 Juni 2026 mendatang. Adapun target jumlah peserta yang akan mengikuti lari mencapai 2.000 orang,” ujar Ketut Purna.
Menurut dia, hingga saat ini sekitar 1.000 peserta telah mendaftar. Pihaknya optimistis kuota peserta dapat terpenuhi sebelum hari pelaksanaan.
“Mudah-mudahan sebelum hari H jumlah kuota pelari tersebut bisa mencapai 2.000 orang, sesuai target,” imbuhnya.
Ketut Purna menilai kehadiran ribuan pelari akan memberi efek berantai terhadap sektor wisata di Jatiluwih. Tidak hanya peserta lomba, keluarga, pendamping, dan wisatawan lain diperkirakan turut datang untuk menyaksikan acara tersebut.
“Dari event ini hingga peserta lari dengan jumlah ribuan itu, otomatis berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan ke DTW ini yang ingin melihat Bali Tourism Run secara langsung,” katanya.
Bali Tourism Run 2026 tidak hanya menawarkan pengalaman olahraga di tengah panorama sawah bertingkat. Acara itu juga akan dikombinasikan dengan pagelaran panen raya yang melibatkan petani lokal, sehingga wisatawan dapat menyaksikan langsung tradisi agraris masyarakat Jatiluwih.
Pengelola berharap konsep sport tourism yang dipadukan dengan budaya dan pertanian dapat memperkuat posisi Jatiluwih sebagai destinasi wisata berkualitas di Bali.
“Bali Tourism Run dirancang sebagai gerakan yang menghidupkan ekonomi lokal, memperkuat promosi pariwisata berkualitas sekaligus menjadi tonggak menuju perayaan 100 tahun pariwisata Bali pada 2027 mendatang,” ujar Ketut Purna.
Dengan strategi tersebut, DTW Jatiluwih berharap dapat mengembalikan geliat kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara sekaligus memperluas promosi wisata berbasis alam dan budaya Bali.(BHI-01)