Memuat waktu...

Arus Libur Imlek 2026, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Proyeksikan 438 Ribu Penumpang ke Bali

Balihariini • Monday, 16 February 2026 | 10:06 WITA • News, Wisata • 👁 67 dibaca
Arus Libur Imlek 2026, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Proyeksikan 438 Ribu Penumpang ke Bali
Suasana di Bandara Ngurah Rai Bali saat libur panjang Tahun Baru Imlek 2026 _ bhi-ist

BALIHARIINI.COM—Momentum libur panjang Tahun Baru Imlek 2026 diperkirakan mendorong lonjakan trafik di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memproyeksikan sebanyak 438 ribu penumpang akan terlayani selama periode 13 hingga 19 Februari 2026.

Dari total tersebut, sebanyak 268 ribu penumpang diprediksi berasal dari rute internasional, sementara 170 ribu lainnya merupakan penumpang domestik. Adapun pergerakan pesawat diperkirakan mencapai 2.804 penerbangan, terdiri atas 1.521 penerbangan internasional dan 1.283 penerbangan domestik.

PH. General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Purna Irawan, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif guna menjaga kelancaran operasional di tengah peningkatan trafik.

“Pada periode libur panjang Imlek ini, kami memprediksi adanya peningkatan trafik penumpang sebesar kurang lebih 1,5 persen dibandingkan di hari biasa. Tentunya hal ini kami barengi dengan langkah antisipasi, utamanya untuk menghindari adanya kepadatan penumpang di area terminal kedatangan serta di area jalan akses bandara yang berpotensi menurunkan level of service,” ujar Purna.

Ia menjelaskan, puncak pergerakan penumpang diproyeksikan terjadi pada Minggu, 15 Februari 2026, dengan estimasi total 76 ribu penumpang. Angka tersebut terdiri atas 37 ribu penumpang datang dan 39 ribu penumpang berangkat.

Sementara itu, arus balik diperkirakan mencapai titik tertinggi pada Kamis, 19 Februari 2026, dengan jumlah penumpang mencapai 64 ribu orang.

Menurut Purna, momentum libur panjang Imlek tahun ini memiliki karakteristik berbeda karena berdekatan dengan awal Ramadan. Kondisi ini dinilai memengaruhi pola perjalanan, khususnya wisatawan domestik.

“Momentum libur panjang Imlek di tahun ini cukup unik, karena berdekatan dengan awal Bulan Ramadan. Kami memprediksi sebagian besar penumpang domestik menghabiskan waktu liburan di Bali sebelum memasuki Ramadan,” katanya.

Pihak bandara juga mengimbau calon penumpang untuk datang lebih awal guna mengantisipasi antrean dan memastikan proses keberangkatan berjalan lancar.

“Kami turut mengimbau kepada para calon penumpang pesawat udara untuk dapat mempersiapkan diri tiba di bandara lebih awal untuk menghindari antrean kepadatan penumpang, serta untuk kelancaran proses penerbangan,” lanjut Purna.

Tak hanya fokus pada kelancaran operasional, manajemen bandara juga menyiapkan agenda tematik untuk menyemarakkan perayaan Imlek. Salah satunya dengan menghadirkan parade barongsai pada Selasa, 17 Februari 2026.

Atraksi tersebut akan tampil di sejumlah titik terminal domestik dan internasional guna menyambut penumpang sekaligus meningkatkan pengalaman perjalanan.

“Tentunya kami berharap parade barongsai ini dapat memberikan pengalaman tak terlupakan bagi para pengguna jasa,” pungkas Purna.