Memuat waktu...

Sambut Nyepi dan Ramadan, Bandara Ngurah Rai Suguhkan Harmoni Budaya bagi Penumpang

Balihariini • Tuesday, 10 March 2026 | 16:14 WITA • News, Wisata • 👁 78 dibaca
Sambut Nyepi dan Ramadan, Bandara Ngurah Rai Suguhkan Harmoni Budaya bagi Penumpang
Suasana terminal Bandara Ngurah Rai dihiasi ornamen Nyepi dan Ramadan untuk menghadirkan harmoni budaya bagi penumpang_ bhi-ist

BALIHARIINI.COM—Momentum bulan suci Ramadan yang tahun ini berdekatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi menghadirkan suasana unik di Bali. Perpaduan dua tradisi keagamaan tersebut turut terasa di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang menghadirkan berbagai layanan tematik bagi penumpang.

Pengelola bandara memastikan kenyamanan perjalanan bagi masyarakat yang datang maupun meninggalkan Bali selama periode Ramadan dan menjelang Nyepi. Berbagai persiapan dilakukan untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang tidak hanya nyaman, tetapi juga sarat dengan nilai budaya Pulau Dewata.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, mengatakan pihaknya menyiapkan sejumlah program layanan yang dirancang khusus untuk menghadirkan suasana harmonis di bandara.

“Kami berkomitmen untuk senantiasa menghadirkan pelayanan terbaik selama periode bulan Ramadan dan Hari Raya Nyepi yang akan diperingati pada 19 Maret mendatang. Kami memastikan seluruh fasilitas pendukung tersedia dengan baik, serta kualitas layanan dalam taraf optimal, sehingga penumpang dapat merasakan suasana nyaman yang penuh dengan harmoni di tengah perjalanan,” ujar Nugroho Jati.

Sebagai bagian dari upaya memperkaya pengalaman penumpang, pengelola bandara menghias area terminal dengan ornamen khas Ramadan dan Nyepi. Dekorasi tersebut dirancang untuk mencerminkan keberagaman budaya yang hidup berdampingan di Bali.

Selain dekorasi tematik, bandara juga menyiapkan berbagai kegiatan budaya yang dapat dinikmati penumpang. Salah satunya adalah pawai ogoh-ogoh yang identik dengan perayaan Nyepi, serta parade Idul Fitri yang menghadirkan nuansa Ramadan di area terminal.

“Untuk meningkatkan customer experience selama berada di bandara, kami juga menghias area terminal dengan ornamen dengan nuansa khas Ramadan dan Hari Raya Nyepi, menjadi bukti keunikan Pulau Bali sebagai pulau yang penuh dengan harmoni. Thematic Event berupa pawai ogoh-ogoh dan parade Idul Fitri juga akan kami laksanakan untuk semakin memperkuat suasana Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali,” kata Nugroho.

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu menciptakan pengalaman yang berkesan bagi penumpang yang melintas di bandara tersibuk kedua di Indonesia itu.

“Kami berharap aktivasi tersebut dapat menghadirkan pengalaman tak terlupakan serta suasana terbang yang nyaman dan berkesan bagi para pengguna jasa,” lanjutnya.

Tak hanya menghadirkan kegiatan budaya, pengelola bandara juga menyediakan pembagian takjil gratis bagi penumpang selama Ramadan. Takjil dibagikan setiap hari menjelang waktu berbuka puasa sebagai bentuk layanan tambahan bagi pengguna jasa yang sedang melakukan perjalanan.

Selain itu, jumlah personel customer service mobile juga ditambah untuk membantu kebutuhan penumpang selama berada di bandara. Kehadiran petugas ini diharapkan dapat mempermudah proses perjalanan, mulai dari informasi penerbangan hingga panduan fasilitas terminal.

Untuk menjaga kelancaran operasional penerbangan, pihak bandara turut memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kerja sama dilakukan dengan maskapai, petugas ground handling, hingga instansi terkait lainnya.

Langkah tersebut diambil guna memastikan seluruh aktivitas penerbangan selama Ramadan hingga menjelang Nyepi tetap berjalan lancar dan aman bagi penumpang.

Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode tersebut, pihak bandara juga mengimbau penumpang agar datang lebih awal sebelum jadwal keberangkatan.

“Kami berharap seluruh pengguna jasa dapat merasakan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman untuk menjalankan ibadah di bulan yang suci ini saat melakukan perjalanan udara,” pungkas Nugroho.

Perpaduan suasana Ramadan dan Nyepi di Bandara Ngurah Rai menjadi gambaran nyata harmoni budaya Bali. Di satu sisi, bandara tetap menjaga kelancaran perjalanan udara, sementara di sisi lain menghadirkan pengalaman budaya yang memperkaya perjalanan setiap penumpang.(BHI-HMS)