Blooms Bali Kebanjiran Pengunjung Nataru, Wisatawan Domestik Masih Mendominasi

BALIHARIINI.COM—Kunjungan wisatawan ke Blooms Bali mengalami peningkatan signifikan selama libur Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Lonjakan jumlah pengunjung bahkan mulai terlihat sejak menjelang perayaan akhir tahun, seiring digelarnya berbagai kegiatan seni serta penambahan wahana baru di destinasi wisata taman bunga terbesar di Bali tersebut.
Blooms Bali mencatat peningkatan kunjungan yang cukup kontras dibandingkan hari normal. Pada kondisi biasa, jumlah wisatawan yang datang berkisar 400 orang per hari. Namun, selama rangkaian kegiatan seni dan hiburan akhir tahun berlangsung, angka tersebut melonjak drastis hingga lebih dari 1.000 orang per hari.
Pengelola mengemas libur Nataru dengan konsep wisata terpadu yang memadukan hiburan, seni, dan rekreasi keluarga. Strategi ini dinilai efektif menarik minat wisatawan domestik dari berbagai daerah, khususnya pada momen puncak pergantian tahun.
Humas DTW Ulun Danu Beratan sekaligus manajemen Blooms Bali, I Made Sukarata, menyebutkan bahwa penyajian pengalaman wisata yang berbeda menjadi faktor utama meningkatnya jumlah kunjungan. Selain menghadirkan dekorasi tematik Natal dan Tahun Baru, pengelola juga melibatkan seniman lokal untuk memperkaya atmosfer destinasi wisata.
“Dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru, kami melibatkan sekitar 18 seniman untuk mengisi rangkaian acara seni dan budaya,” ujar Sukarata, Minggu, 4 Januari 2026, disela acara penutupan Festival Budaya Ulun Danu Beratan dan Blooms Bali.
Ia menjelaskan, puncak kunjungan terjadi tepat saat pergantian tahun. Pada momen tersebut, jumlah wisatawan yang masuk ke kawasan Blooms Bali hampir menyentuh 6.000 orang dalam satu hari, menjadi salah satu capaian tertinggi sepanjang periode libur akhir tahun.
Selain pertunjukan seni dan budaya, penambahan wahana baru juga berperan besar dalam menarik wisatawan. Sejumlah permainan keluarga, termasuk wahana kereta yang dapat dinikmati anak-anak hingga orang dewasa, menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Keberadaan wahana tersebut memperkuat posisi Blooms Bali sebagai destinasi wisata ramah keluarga. Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati panorama taman bunga, tetapi juga menghabiskan waktu lebih lama dengan berbagai pilihan aktivitas yang tersedia dalam satu kawasan.
Dari sisi asal wisatawan, pengunjung domestik masih mendominasi. Data internal pengelola mencatat wisatawan dari Surabaya dan Jakarta sebagai penyumbang terbesar dari luar Bali, disusul wisatawan lokal Bali serta daerah lain di Nusantara.
Memasuki tahun 2026, manajemen Blooms Bali optimistis tren peningkatan kunjungan akan berlanjut. Menurut Sukarata, tren wisata ke depan diperkirakan akan didominasi oleh segmen keluarga, sejalan dengan pola kunjungan sepanjang akhir 2025 hingga awal 2026.
Menanggapi tren tersebut, Blooms Bali terus mengembangkan konsep wisata ramah keluarga, mulai dari penyediaan fasilitas, penambahan wahana, hingga penyusunan program kegiatan yang relevan bagi pengunjung lintas usia.
Strategi ini diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan kunjungan sepanjang 2026.