Ciputra Beach Resort Jadi Titik Awal Volkswagen Lost in Paradise ke 6, Angkat Potensi Wisata Tabanan Lewat Touring dan Aksi Sosial

BALIHARIINI.COM—Ciputra Beach Resort di Pangkung Tibah, Kabupaten Tabanan, menjadi titik awal penyelenggaraan Volkswagen Lost in Paradise (VLIP) ke 6, ajang touring komunitas Volkswagen terbesar yang mempertemukan para pecinta mobil klasik dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada 28–29 Agustus 2026 ini tidak hanya menghadirkan perjalanan wisata, tetapi juga membawa misi promosi destinasi dan kepedulian sosial bagi masyarakat setempat.
Sebanyak 100 unit Volkswagen dengan sekitar 150 peserta berkumpul di kawasan Ciputra Beach Resort sebelum memulai perjalanan menyusuri sejumlah destinasi unggulan di Kabupaten Tabanan hingga kawasan wisata Tanah Lot. Selama berada di lokasi, peserta mengikuti registrasi, menikmati kegiatan berkemah di sekitar Pantai Batu Tampih, sekaligus membangun kebersamaan antaranggota komunitas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum Volkswagen Indonesia Association (VIA), Komjen Pol. (Purn.) Drs. Nanan Soekarna, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan dan Ciputra Group.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, I Gede Susila, menegaskan dipilihnya Tabanan sebagai lokasi pelaksanaan VLIP #6 bukan tanpa alasan. Menurutnya, daerah ini memiliki kekayaan destinasi wisata yang layak diperkenalkan kepada masyarakat luas, sekaligus menawarkan konsep pembangunan pariwisata yang tetap berpijak pada pelestarian lingkungan.
“Tabanan menjadi titik kumpul, pusat komunitas dan pariwisata, dengan Ciputra sebagai titik awal kegiatan. Tabanan telah disiapkan dengan spot-spot wisata yang menarik, termasuk Jatiluwih yang merupakan warisan budaya dunia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan Tabanan kepada wisatawan melalui media sosial dan foto-foto yang diambil selama perjalanan,” ujar I Gede Susila.
Ia menambahkan, pengembangan sektor pariwisata di Tabanan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga alam dan kawasan pertanian yang selama ini menjadi identitas daerah.
“Investasi untuk pariwisata harus sejalan dengan pelestarian lingkungan. Dengan mengandalkan pertanian sebagai basis, pariwisata di Tabanan diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus mempertahankan keindahan alam dan budaya daerah,” tambahnya.
Tak hanya menjadi ajang eksplorasi wisata, Volkswagen Lost in Paradise #6 juga membawa semangat berbagi kepada masyarakat. Komunitas Volkswagen Indonesia menyerahkan 100 paket bantuan sembako kepada warga lanjut usia dan masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Tabanan. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis di Kantor Bupati Tabanan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial yang menyertai touring.
General Manager Ciputra Group, William Ciputra, mengatakan kegiatan ini memiliki nilai emosional tersendiri karena menghadirkan kembali pengalaman menikmati kendaraan klasik di tengah perkembangan industri otomotif yang semakin mengarah ke era digital dan kendaraan listrik.
“Saya seperti dikembalikan ke masa kecil, bahkan mungkin sebelum saya lahir. Di dunia yang semakin digital dan semakin menuju kendaraan listrik, momen seperti ini menjadi sesuatu yang patut dihargai. Lewat kegiatan seperti ini kita masih bisa menikmati mobil klasik, mendengar suara mesinnya, sesuatu yang kini sudah semakin jarang kita temui,” ujar William.
Menurutnya, makna Volkswagen Lost in Paradise tidak berhenti pada perjalanan wisata semata, tetapi juga menghadirkan kepedulian terhadap masyarakat di daerah yang menjadi tuan rumah.
“Selain touring, acara ini istimewa karena bukan hanya kesempatan berkeliling Bali menggunakan mobil klasik, tetapi juga menjadi momentum untuk memberi kembali kepada komunitas. Sekitar 100 mobil dengan 150 peserta bersama-sama menyerahkan 100 paket sembako kepada masyarakat Tabanan. Terima kasih atas partisipasi semua pihak dan mari menikmati kegiatan ini bersama,” katanya.
Keikutsertaan Ciputra Beach Resort dalam Volkswagen Lost in Paradise #6 sekaligus memperkuat posisinya sebagai ruang terbuka bagi berbagai kegiatan komunitas, pariwisata, hingga aktivitas luar ruang yang mengedepankan pengalaman khas Bali.
Resort yang berada di kawasan Pangkung Tibah itu menjadi gerbang awal peserta untuk mengenal lebih dekat panorama alam, budaya, serta potensi wisata Kabupaten Tabanan yang kini semakin berkembang sebagai salah satu destinasi unggulan di Pulau Dewata.
Di sisi lain, kegiatan ini juga memperlihatkan bagaimana sinergi antara komunitas otomotif, pemerintah daerah, dan sektor swasta dapat menjadi media promosi pariwisata yang efektif. Melalui dokumentasi perjalanan yang dibagikan peserta di media sosial, potensi wisata Tabanan diharapkan semakin dikenal oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.
Ciputra Beach Resort sendiri merupakan kawasan hunian terpadu seluas sekitar 60 hektare di Kedungu, Tabanan, yang dikembangkan oleh Ciputra Group. Kawasan ini mengusung konsep komunitas tepi pantai berkelanjutan dengan memadukan panorama alam Bali dan infrastruktur modern, sekaligus mendukung pengembangan kawasan wisata baru di bagian barat Pulau Dewata.
Dengan memadukan eksplorasi destinasi, pelestarian lingkungan, dan aksi sosial, Volkswagen Lost in Paradise Ke 6 menunjukkan bahwa kegiatan komunitas otomotif mampu memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya bagi para peserta, tetapi juga bagi masyarakat serta promosi pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Tabanan.(BHI01)