Jelang Tahun Baru BNNP Bali Gagalkan Peredaran Ganja dan Ekstasi Jaringan Lintas Provinsi

BALIHARIINI.COM—Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali menggagalkan upaya peredaran gelap narkotika jenis ganja dan ekstasi menjelang perayaan akhir tahun 2026. Pengungkapan ini menjadi bagian dari langkah pengamanan agar perayaan tahun baru di Bali berlangsung aman dan kondusif.
Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol. Drs. Budi Sajidin, M.Si, menyampaikan pengungkapan tersebut saat rilis kinerja akhir tahun. Ia menegaskan bahwa peredaran narkotika yang digagalkan melibatkan jaringan lintas provinsi dan menyasar wilayah Denpasar.
“Pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan dari informasi BNN Provinsi Sumatera Utara, yang kemudian ditindaklanjuti oleh tim pemberantasan BNNK Denpasar,” ujar Budi Sajidin dalam keterangannya, Selasa, 23 Desember 2025.
Kasus narkotika jenis ganja pertama kali diungkap BNNK Denpasar pada Rabu, 14 Desember, di kawasan Dangin Puri Klod, Denpasar. Dari pengungkapan awal tersebut, petugas melakukan pengembangan dan kembali mengamankan pelaku pada Rabu, 17 Desember, di wilayah Pemecutan Kelod, Denpasar.
Dalam operasi tersebut, tim BNNK Denpasar menerapkan metode control delivery untuk membongkar jaringan yang lebih luas. Hasilnya, empat orang tersangka berhasil diamankan. Dua tersangka berinisial B-H (19) dan A-D (29), warga Denpasar, ditangkap pada Minggu, 14 Desember. Sementara dua tersangka lainnya, yakni B-C (22) dan S-D (24), yang berasal dari Kalimantan Barat, diamankan pada Rabu, 17 Desember.
Dari tangan para tersangka, petugas menyita barang bukti ganja dengan total berat bersih mencapai 2.874,46 gram. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para tersangka mengakui bahwa narkotika tersebut rencananya akan diedarkan di wilayah Denpasar untuk menyasar momen perayaan tahun baru.
Tak berhenti di situ, selang beberapa hari kemudian, tepatnya pada Selasa, 22 Desember, Tim Pemberantasan BNN Provinsi Bali kembali mengungkap kasus peredaran narkotika jenis ekstasi. Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses pendalaman oleh penyidik untuk mengungkap jaringan dan pihak-pihak lain yang terlibat.
BNNP Bali menegaskan akan terus memperketat pengawasan dan penindakan terhadap peredaran narkotika, terutama menjelang momentum akhir tahun yang rawan dimanfaatkan oleh jaringan narkoba. Langkah ini diharapkan dapat menjaga keamanan masyarakat serta citra Bali sebagai destinasi wisata yang aman dan bebas dari narkotika.