Memuat waktu...

Wagub Bali Giri Prasta Tanam 1.000 Mangrove di Tahura Ngurah Rai, Dorong Edukasi dan Perlindungan Pesisir

Balihariini • Tuesday, 10 March 2026 | 11:07 WITA • News • 👁 73 dibaca
Wagub Bali Giri Prasta Tanam 1.000 Mangrove di Tahura Ngurah Rai, Dorong Edukasi dan Perlindungan Pesisir
Wagub Bali I Nyoman Giri Prasta menanam bibit mangrove di Tahura Ngurah Rai Denpasar dalam aksi pelestarian pesisir Bali_Bhi-ist

BALIHARIINI.COM—Wagub Bali I Nyoman Giri Prasta menanam 1.000 bibit mangrove di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Denpasar, Senin (9/3).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya hutan mangrove.

Penanaman dilakukan di area sekitar 50 hektare dengan konsep arboretum mangrove, yaitu pengelompokan bibit sesuai jenisnya agar lebih mudah dikenali dan dipelajari. Giri Prasta turut terjun langsung melakukan penanaman bersama para peserta kegiatan.

Ia mengapresiasi peran Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang ikut terlibat dalam kegiatan pelestarian lingkungan tersebut.

“Hari ini secara nyata ditunjukkan dengan melakukan penanaman 1.000 bibit mangrove di atas lahan 50 hektare di kawasan Taman Hutan Rakyat Ngurah Rai,” ujar Giri Prasta.

Menurutnya, kawasan mangrove memiliki fungsi penting bagi lingkungan pesisir. Selain menahan gelombang air laut, mangrove juga menjadi habitat bagi berbagai biota laut untuk berkembang biak serta berkontribusi dalam menghasilkan oksigen.

Dalam kesempatan itu, Giri Prasta juga menyinggung kondisi sejumlah pohon mangrove yang sempat mati beberapa waktu lalu. Ia mengajak masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu yang berkembang, melainkan bersama-sama memperkuat komitmen melakukan penanaman kembali.

Dengan luas kawasan mencapai sekitar 1.337 hektare, ia berharap hutan mangrove di Tahura Ngurah Rai dapat kembali pulih dan menjalankan fungsinya secara optimal sebagai benteng alami pesisir Bali.

Selain aspek konservasi, pemerintah juga mendorong kawasan ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya pelajar. Giri Prasta meminta pengelola arboretum mangrove melakukan penataan area, termasuk memperbaiki jembatan kayu yang ada di kawasan tersebut agar lebih aman dan nyaman untuk kegiatan pembelajaran.

“Ke depan, kawasan ini bisa menjadi tempat edukasi yang baik bagi anak-anak sekolah agar mereka mengenal fungsi dan keberadaan mangrove,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan sarana dan prasarana pendukung agar kawasan mangrove dapat dimanfaatkan sebagai wisata edukasi berbasis lingkungan tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan memahami manfaat mangrove sehingga muncul rasa memiliki untuk menjaga keberlangsungan ekosistemnya. Selain menjaga biota laut, hutan mangrove juga memiliki potensi ekonomi karena buahnya dapat diolah menjadi tepung yang bermanfaat bagi ketahanan pangan.

Giri Prasta menegaskan bahwa satu pohon mangrove memiliki manfaat besar bagi lingkungan.

“Satu pohon mangrove sejuta manfaat, karena akar mangrove mampu menjadi penjaga alami dari gelombang laut,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua SMSI Provinsi Bali, Imanuel Dewata Oja, menjelaskan kegiatan penanaman mangrove ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional 2026Wagub Bali I Nyoman Giri Prasta menanam bibit mangrove di Tahura Ngurah Rai Denpasar dalam aksi pelestarian pesisir Bali/Bhi-ist melalui program “Wartawan Peduli Mangrove”.

Ia menyebut aksi tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian insan pers terhadap kelestarian lingkungan.

“Penanaman 1.000 mangrove ini merupakan bukti bahwa jurnalis juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga keberlangsungan alam,” kata Imanuel.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dengan lingkungan, manusia dengan Tuhan, serta manusia dengan sesama.(BHI01)