Nakula Hadirkan Tren Slow Living di Bali, Tawarkan Pengalaman Menginap Privat yang Lebih Berkualitas

BALIHARIINI.COM—Tren liburan keluarga mulai mengalami perubahan. Jika sebelumnya perjalanan identik dengan itinerary padat dan aktivitas tanpa jeda, kini semakin banyak wisatawan memilih pengalaman yang lebih tenang, fleksibel, dan berorientasi pada kualitas waktu bersama keluarga.
Melihat perubahan tersebut, perusahaan manajemen properti dan hospitality, Nakula, menghadirkan pengalaman menginap melalui koleksi vila privat di sejumlah destinasi favorit Bali menjelang musim liburan sekolah 2026.
Pilihan vila yang tersebar di Seminyak, Canggu, Ubud, Jimbaran, Uluwatu, hingga Nusa Dua itu dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan keluarga besar maupun perjalanan multi-generasi. Konsep yang diusung bukan sekadar tempat menginap, tetapi ruang untuk kembali menikmati kebersamaan tanpa distraksi.
Fenomena ini juga sejalan dengan laporan Travel Predictions 2026 dari Booking.com yang mencatat meningkatnya minat wisatawan terhadap perjalanan yang lebih personal, nyaman, dan memberikan koneksi emosional selama berlibur.
Di tengah rutinitas sekolah, pekerjaan, dan aktivitas harian yang semakin padat, waktu berkualitas bersama keluarga kini menjadi sesuatu yang semakin sulit ditemukan. Momentum liburan sekolah pun menjadi kesempatan bagi banyak keluarga untuk kembali meluangkan waktu bersama dalam suasana yang lebih intim.
Berbeda dengan pengalaman menginap di hotel konvensional, vila privat menawarkan ruang berkumpul yang lebih luas tanpa menghilangkan privasi masing-masing anggota keluarga. Aktivitas sederhana seperti sarapan bersama, bersantai di tepi kolam renang, hingga makan malam tanpa terburu-buru menjadi bagian dari pengalaman yang ingin dihadirkan Nakula.
Beberapa vila favorit keluarga yang ditawarkan antara lain Uma Santai di Canggu dan Villa Swarna di Seminyak yang menggabungkan suasana tropis dengan akses ke kawasan kuliner dan hiburan. Sementara di wilayah Tabanan, properti Omecure di Kaba-Kaba menawarkan suasana lebih tenang dengan panorama alam dan aliran sungai yang jauh dari keramaian.
Untuk keluarga besar, kawasan Jimbaran, Uluwatu, dan Nusa Dua tetap menjadi destinasi unggulan. Vila seperti Villa Brandon di Jimbaran, Nagasutra Villa di Uluwatu, dan Vinila Villas di Nusa Dua dirancang untuk menampung keluarga dalam jumlah besar dengan fasilitas lengkap mulai dari taman tropis, ruang hiburan, gym pribadi, hingga layanan staf vila yang personal.
Nakula juga menyiapkan layanan concierge untuk membantu kebutuhan tamu selama masa menginap. Layanan tersebut mencakup airport transfer, in-villa dining, babysitting, wellness experience, hingga pengaturan aktivitas harian dan perayaan keluarga.
Pada periode liburan sekolah mendatang, tamu yang memesan vila dengan lima kamar atau lebih akan memperoleh sejumlah benefit tambahan berupa sarapan harian, complimentary airport transfer untuk minimum dua malam menginap, serta satu kali pengalaman in-villa dining untuk minimum tiga malam menginap.
CEO Nakula, Christian Sunjoto, menilai tren liburan keluarga kini tidak lagi berfokus pada banyaknya aktivitas yang dilakukan, melainkan kualitas waktu yang dapat dinikmati bersama orang-orang terdekat.
“Sekarang keluarga tidak selalu mencari lebih banyak aktivitas saat liburan,” ujar Christian Sunjoto.
“Yang sebenarnya banyak dicari adalah ruang untuk benar-benar melambat, merasa nyaman, dan menikmati waktu bersama dengan lebih berkualitas. Vila privat secara natural menghadirkan pengalaman seperti itu karena semua orang bisa berkumpul bersama, namun tetap memiliki ruang untuk beristirahat dan menikmati privasi selama menginap,” lanjutnya.
Penawaran spesial liburan sekolah tersebut tersedia melalui pemesanan langsung di situs resmi dan WhatsApp Nakula. Tamu yang melakukan direct booking juga memperoleh tambahan potongan harga sebesar 5 persen menggunakan kode promo NAKULADIRECT.
Didirikan sejak 2012, Nakula saat ini mengelola lebih dari 70 properti di Bali yang mencakup vila mewah, kompleks vila, dan hotel butik. Perusahaan tersebut mengusung konsep pengelolaan berbasis profit-sharing sekaligus menekankan praktik ramah lingkungan serta pelestarian budaya lokal Bali.
Di tengah perubahan gaya hidup dan kebutuhan wisatawan modern, Bali tampaknya tak lagi sekadar menjadi destinasi wisata. Pulau Dewata kini semakin dipilih sebagai tempat untuk memperlambat ritme hidup sejenak dan kembali menikmati waktu bersama keluarga secara lebih personal.(BHI-01)