Minggu, 13 September 2026 14:28:00
Minggu, 13 September 2026 14:28:00
Minggu, 13 September 2026 14:28:00

BASCOMM Bekali Industri Perhotelan Bali Kuasai AI, Tingkatkan Visibilitas Hotel di Era Digital

BalihariiniWednesday, 09 September 2026 | 19:27 WITANews, Teknologi👁 14 dibaca
BASCOMM Bekali Industri Perhotelan Bali Kuasai AI, Tingkatkan Visibilitas Hotel di Era Digital
BASCOMM menggelar workshop AI untuk membantu hotel dan vila Bali meningkatkan visibilitas digital di era pariwisata modern _ bhi-ist

BALIHARIINI.COM—Transformasi digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin mengubah cara wisatawan menentukan destinasi hingga memilih tempat menginap. Menjawab perubahan tersebut, Bali Sales & Marketing Community (BASCOMM) menghadirkan program pembelajaran yang dirancang untuk membantu pelaku industri perhotelan meningkatkan visibilitas hotel di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI.

Melalui workshop bertajuk “Invisible to AI: Why Your Hotel Doesn’t Exist (Yet). Let’s Fix That”, BASCOMM mempertemukan lebih dari 250 profesional pariwisata dan perhotelan dalam satu hari penuh pembelajaran yang digelar di Discovery Kartika Plaza Hotel, Bali, Rabu (9/9).

Kegiatan ini menyasar para pemimpin hotel dan vila, praktisi sales dan marketing, hingga pelaku industri hospitality yang ingin memahami perubahan perilaku wisatawan dalam mencari informasi perjalanan melalui platform berbasis AI dan teknologi pencarian percakapan (conversational search).

Perubahan tersebut membuat strategi pemasaran digital konvensional dinilai tidak lagi cukup. Kini, hotel tidak hanya dituntut memiliki kehadiran di mesin pencari maupun media sosial, tetapi juga harus mampu memastikan informasi, reputasi, dan identitas digital mereka mudah dikenali oleh sistem AI yang digunakan wisatawan saat mencari rekomendasi akomodasi.

Ketua BASCOMM, Putu Arisudhiana, mengatakan perkembangan AI telah mengubah proses pengambilan keputusan wisatawan sebelum melakukan pemesanan hotel.

“AI dengan cepat menjadi bagian dari perjalanan pengambilan keputusan wisatawan. Pertanyaannya bagi hotel saat ini bukan lagi sekadar apakah mereka memiliki kehadiran digital, tetapi apakah hotel mereka terlihat dan relevan ketika wisatawan meminta rekomendasi kepada AI,” ujarnya.

Ia menilai kemampuan memahami cara kerja AI kini menjadi kebutuhan baru bagi pelaku industri perhotelan agar mampu bersaing di tengah perubahan ekosistem pemasaran digital.

Dalam workshop tersebut, peserta akan mengikuti tiga sesi pembelajaran AI yang mencakup enam modul, serta sesi presentasi dan diskusi bersama STAAH sebagai salah satu mitra pendukung kegiatan.

Materi akan disampaikan oleh Danielle Woro Prabandari, Hospitality Marketing Strategist, AI Visibility Consultant, sekaligus Direct Booking Specialist. Sementara sesi industri akan diperkuat oleh Vendy Prihayana, Head of Sales Indonesia STAAH.

Selama pelatihan, peserta akan mempelajari berbagai strategi praktis untuk meningkatkan kehadiran digital hotel, memahami bagaimana AI menginterpretasikan informasi sebuah properti, hingga memaksimalkan peluang memperoleh pemesanan langsung (direct booking).

Penasihat BASCOMM sekaligus Managing Director Alpha Hotel Management (AHM), Gufron, CHA, menegaskan bahwa kecerdasan buatan telah menjadi salah satu faktor penting dalam industri hospitality modern.

Menurutnya, AI kini memainkan peran besar dalam membantu wisatawan menentukan pilihan akomodasi. Karena itu, pemahaman terhadap teknologi tersebut menjadi investasi penting bagi setiap pelaku usaha perhotelan.

“Ini adalah bagian dari program digital marketing yang berkelanjutan, dengan harapan semua peserta mampu mengimplementasikan pengetahuan AI dalam perusahaan mereka untuk mendapatkan manfaat yang lebih baik,” kata Gufron.

Selain memperkaya wawasan mengenai penerapan AI, kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi bagi para profesional perhotelan di Bali. BASCOMM menyediakan ruang bagi peserta untuk memperluas jejaring bisnis, bertukar pengalaman, sekaligus membangun sinergi melalui sesi networking, coffee break, dan makan siang bersama.

Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, pembukaan resmi, sambutan dari jajaran BASCOMM, hingga presentasi dari STAAH yang disertai sesi tanya jawab.

Melalui penyelenggaraan workshop ini, BASCOMM kembali menegaskan komitmennya sebagai komunitas profesional yang mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia di sektor perhotelan Bali. Lewat berbagai program berbagi pengetahuan, pelatihan, hingga kolaborasi industri, BASCOMM berharap para pelaku hospitality mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan daya saing di era pariwisata digital yang semakin mengandalkan kecerdasan buatan.(BHI01)