16 Tahun ‘Melati’ Mengakar, Buka Puasa Bersama Jadi Ruang Silaturahmi Tanpa Batas di Denpasar

BALIHARIINI.COM—Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Jalan Nuansa Kori Barat IV No.8, Ubung Kaja, Denpasar, saat keluarga besar “Melati” menggelar acara buka puasa bersama, Sabtu, 21 Februari 2026. Momentum ini terasa istimewa karena bertepatan dengan peringatan 16 tahun eksistensi komunitas tersebut.
Koordinator Melati, Lutfi Hidayati, menegaskan bahwa komunitas ini telah berdiri sejak 7 Juli 2010 dan tetap konsisten menjaga nilai kekeluargaan hingga kini.
“hari ini keluarga Melati memperingati yang ke-16 tahun sekaligus kita buka puasa bersama. Alhamdulillah sampai sekarang kita tetap menjalin tali silaturahmi dengan teman-teman,” ujar Lutfi.
Ia mengungkapkan, jarak tidak menjadi penghalang bagi para anggota untuk tetap terhubung. Sejumlah anggota kini menetap di berbagai kota seperti Jakarta, Surabaya, hingga Palembang. Meski demikian, komunikasi tetap terjaga.
“walaupun ada yang di luar kota, kita masih tetap menjalin silaturahmi sampai sekarang,” tambahnya.
Saat ini, Melati memiliki 11 anggota inti. Namun jika dihitung bersama keluarga masing-masing, jumlah yang terlibat dalam setiap kegiatan bisa mencapai sekitar 40 orang. Kebersamaan tidak hanya diwujudkan lewat pertemuan rutin, tetapi juga melalui aksi sosial.
Lutfi menyebut, komunitas ini secara sukarela rutin mengunjungi panti asuhan sebagai bentuk kepedulian sosial.
“selama ini kegiatan kami ke panti asuhan secara sukarela bersama teman-teman. Insya Allah kegiatan seperti itu akan terus dilakukan,” jelasnya.
Bagi Lutfi, Melati bukan sekadar komunitas pertemanan. Ia memaknai Melati sebagai ruang untuk menyambung silaturahmi tanpa sekat, sekaligus merawat nilai kebinekaan.
“kami di Melati ini menyambung tali silaturahmi tanpa ada batas. Bineka Tunggal Ika, ada Hindu, ada Muslim, semua jadi satu. Kami tidak melihat dari mana asalnya, agamanya apa, atau profesinya apa,” ungkapnya.
Nilai keberagaman itu menjadi fondasi utama komunitas yang sebagian besar anggotanya berasal dari lingkungan sekitar Nuansa Kori. Selain kegiatan sosial, mereka juga kerap menggelar agenda rekreasi bersama, seperti perjalanan ke Bedugul, untuk mempererat ikatan emosional antaranggota.
Momentum 16 tahun ini sekaligus menjadi refleksi perjalanan panjang Melati dalam menjaga kekompakan. Lutfi berharap komunitas yang dirintis sejak 2010 tersebut tetap solid di tengah dinamika kehidupan para anggotanya.
“harapan kami semoga Melati tetap solid, kompak, dan selalu menjaga tali silaturahmi walaupun dalam keadaan apa pun,” katanya.
Ke depan, Melati berencana kembali menggelar kegiatan sosial ke panti asuhan sekitar Agustus mendatang, bertepatan dengan momentum Maulid Nabi. Sementara pada Ramadan tahun ini, buka puasa bersama terasa lebih bermakna karena sekaligus menandai putaran terakhir arisan anggota.
Di usia ke-16, Melati membuktikan bahwa kebersamaan yang dirawat dengan tulus mampu bertahan melintasi waktu, jarak, dan perbedaan.