Minggu, 13 September 2026 14:31:40
Minggu, 13 September 2026 14:31:40
Minggu, 13 September 2026 14:31:40

Sekolah Rakyat Bali Mulai Dibangun, Koster Terapkan Sistem Asrama untuk Siswa Miskin di Karangasem–Buleleng

BalihariiniTuesday, 23 December 2025 | 17:50 WITANews👁 81 dibaca
Sekolah Rakyat Bali Mulai Dibangun, Koster Terapkan Sistem Asrama untuk Siswa Miskin di Karangasem–Buleleng
Gubernur Bali Wayan Koster melakukan peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Bali di Karangasem_ Humas Pemprov Bali

BALIHARIINI.COM—Pemerintah Provinsi Bali mulai merealisasikan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari kebijakan nasional di bidang pendidikan. Gubernur Bali Wayan Koster melakukan peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Bali di Kabupaten Karangasem, Selasa, 23 Desember 2025.

Prosesi peletakan batu pertama yang diawali dengan Upacara Ngeruak itu turut dihadiri Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa, jajaran Forkopimda Karangasem, serta sejumlah pejabat daerah. Pembangunan sekolah ini menandai langkah konkret Bali dalam menyelaraskan kebijakan pendidikan daerah dengan arahan pemerintah pusat.

Dalam sambutannya, Koster mengungkapkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi pemerintah pusat agar daerah menyiapkan lahan khusus untuk pendidikan rakyat. Pemprov Bali menyiapkan lahan seluas 5,6 hektare untuk mendukung program tersebut.

“Ini merupakan arahan dari pusat agar pemerintah provinsi menyiapkan lahan seluas 5,6 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat,” kata Koster.

Sekolah Rakyat ini dirancang untuk menyelenggarakan pendidikan berjenjang mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Namun, sekolah ini tidak dibuka untuk masyarakat umum, melainkan secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Menurut Koster, Karangasem dan Buleleng dipilih karena masih termasuk wilayah dengan tingkat kemiskinan relatif tinggi di Bali. Dengan sistem rekrutmen yang terfokus, sekolah ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan berkualitas bagi kelompok masyarakat rentan.

“Nantinya sekolah ini bisa merekrut siswa dari Karangasem hingga Buleleng bagian timur. Manfaatnya sangat besar bagi peningkatan kualitas pendidikan di Bali,” ujarnya.

Berbeda dari sekolah pada umumnya, Sekolah Rakyat menerapkan sistem pendidikan berasrama. Seluruh siswa dan guru akan tinggal di lingkungan sekolah, sehingga proses pembelajaran berlangsung secara intensif dan terintegrasi.

“Pola pendidikannya khusus, berasrama. Semua siswa dan guru berada di dalam satu kawasan sekolah. Layanan pendidikannya tentu sangat berbeda dengan sekolah lainnya,” jelas Koster.

Gubernur Bali yang juga pernah tiga periode menjadi anggota Komisi X DPR RI itu menegaskan bahwa konsep Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden RI Prabowo Subianto. Program ini, menurut Koster, dirancang sebagai bentuk keberpihakan negara terhadap pendidikan masyarakat kurang mampu.

“Ini sekolah dengan pola pendidikan yang sangat baik dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Mudah-mudahan pembangunannya berjalan lancar dan sukses,” katanya.

Koster memastikan akan memimpin langsung proses pembangunan Sekolah Rakyat, termasuk penyiapan tenaga pendidik dan penyusunan kurikulum. Ia juga menekankan pentingnya ketepatan waktu dan kualitas dalam pelaksanaan proyek.

“Saya minta pelaksana proyek bekerja secara terukur dan tepat waktu. Pembangunan harus tuntas sampai akhir Juni 2026, lengkap dengan furnitur dan siap beroperasi,” tegasnya.

Ia menyebut pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Bali sebagai “hadiah luar biasa” dari Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat Bali, khususnya bagi keluarga kurang mampu di wilayah timur pulau ini.

Di akhir sambutannya, Koster juga meminta dinas terkait untuk menyinergikan Sekolah Rakyat dengan SMKN Kubu yang lokasinya berdekatan. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengelolaan aset pendidikan secara terpadu dan berkelanjutan.

“Ke depan agar bisa bersinergi dengan SMKN Kubu. Kerja sama yang baik dan bergotong royong supaya seluruh aset ini dikelola dengan berkualitas,” ucapnya.

Sebagai informasi, pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Bali di Karangasem memiliki nilai kontrak sebesar Rp255,5 miliar. Kawasan pendidikan ini akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari asrama putra dan putri, rumah susun guru, gedung serbaguna, area MEP dan TPS, lapangan basket, hingga lapangan upacara.