Memuat waktu...

Polsek Dentim Perketat Pengawasan Titik Rawan Selama Nataru, Fokus Cegah Macet dan Gangguan Kamtibmas

Balihariini • Monday, 22 December 2025 | 15:25 WITA • News • 👁 118 dibaca
Polsek Dentim Perketat Pengawasan Titik Rawan Selama Nataru, Fokus Cegah Macet dan Gangguan Kamtibmas
Petugas gabungan bersiaga di kawasan gereja untuk memastikan keamanan selama perayaan Natal dan Tahun Baru _ Sources for Balihariini

BALIHARIINI.COM—Kepolisian Sektor Denpasar Timur (Polsek Dentim) meningkatkan pengawasan di sejumlah kawasan rawan selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

Kapolsek Denpasar Timur, Kompol I Ketut Tomiyasa, mengatakan ada beberapa titik yang menjadi perhatian utama aparat selama masa Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai pusat kepadatan kendaraan, khususnya pada jam-jam sibuk.

“Ada beberapa titik yang menjadi atensi kami selama Nataru yakni dari Jalan Gatot Subroto Timur–traffic light Tohpati, dari arah Jalan Bypass Ida Bagus Mantra, serta di traffic light Jalan Waribang Sanur, yang memang selama ini menjadi pusat kemacetan,” ujar Kompol Tomiyasa, saat dikonfirmasi.

Selain pengaturan lalu lintas, Polsek Dentim juga menyiapkan pos pengamanan (pospam) strategis. Salah satunya ditempatkan di area parkir Bali International Golf, Jalan Bypass Ngurah Rai, Desa Kesiman Kertalangu.

Pospam ini difungsikan sebagai pusat pemantauan arus kendaraan sekaligus respons cepat apabila terjadi gangguan selama perayaan Nataru.

Dalam kesempatan tersebut, Kompol Tomiyasa mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga suasana tetap aman dan tertib. Ia menekankan pentingnya merayakan Natal dan Tahun Baru secara sederhana serta tidak berlebihan, mengingat sejumlah wilayah di Indonesia tengah menghadapi bencana.

“Kami mengimbau kepada masyarakat sedapat mungkin untuk tidak membunyikan kembang api ataupun petasan. Jadi kami harapkan masyarakat untuk tidak bereuforia secara berlebihan dan dapat memahami kondisi bangsa saat ini,” katanya.

Ia menambahkan, setiap bentuk perayaan tetap harus mengikuti prosedur keamanan yang telah ditetapkan, khususnya terkait penggunaan petasan atau kembang api yang berpotensi menimbulkan gangguan dan risiko keselamatan.

Pengamanan Nataru di wilayah Denpasar Timur juga difokuskan pada tempat-tempat ibadah. Tercatat ada 14 gereja yang masuk dalam skema pengamanan Polsek Dentim, dengan tiga gereja besar mendapatkan atensi khusus.

“Di wilayah Denpasar Timur ada 14 gereja yang harus diamankan dan tiga di antaranya gereja besar yang menjadi atensi khusus terkait pengamanan. Dan sejauh ini kami sudah menyambangi pihak gereja terkait maupun pihak desa setempat agar bersama-sama jaga keamanan,” tegas Kompol Tomiyasa.

Untuk mendukung kelancaran pengamanan, pihak kepolisian telah melakukan koordinasi lintas sektor dengan pengurus gereja, tokoh adat, serta instansi terkait. Koordinasi ini bertujuan menyatukan langkah dan aspirasi agar perayaan Nataru berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Di akhir keterangannya, Kompol Tomiyasa juga mengingatkan jemaat gereja dan masyarakat umum agar tetap waspada terhadap barang bawaan pribadi. Ia mengimbau agar tidak membawa barang berlebihan yang berpotensi memancing aksi pencurian di tengah keramaian.