Memuat waktu...

30 Channel TV Digital Resmi Mengudara dari Turyapada Tower, Perkuat Akses Informasi Merata di Bali

Balihariini • Sunday, 28 December 2025 | 11:41 WITA • Teknologi • 👁 141 dibaca
30 Channel TV Digital Resmi Mengudara dari Turyapada Tower, Perkuat Akses Informasi Merata di Bali
Gubernur Bali Wayan Koster meresmikan siaran 30 channel TV digital dari Turyapada Tower di Buleleng _bhi_Humas Pemprov Bali

BALIHARIINI.COM—Pemerintah Provinsi Bali resmi memasuki babak baru penyiaran digital. Gubernur Wayan Koster meluncurkan siaran televisi digital dari Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali di Desa Adat Amertasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Sabtu, 27 Desember 2025. Peluncuran ini sekaligus menandai mengudaranya 30 channel televisi digital yang menjangkau sebagian besar wilayah Bali.

Prosesi peluncuran dilakukan melalui pemindaian simbolis bersama para undangan. Momen ini menjadi penanda beroperasinya penuh Turyapada Tower sebagai pusat infrastruktur penyiaran televisi digital terestrial di Bali, khususnya untuk memperkuat layanan informasi di kawasan Bali Utara.

Dalam sambutannya, Gubernur Wayan Koster menegaskan kehadiran Turyapada Tower bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol transformasi layanan publik berbasis teknologi. Menurutnya, televisi digital menjadi instrumen penting untuk memastikan masyarakat memperoleh akses informasi dan hiburan yang berkualitas secara adil.

“Turyapada Tower bukan hanya bangunan megah di dataran tinggi, tetapi simbol transformasi, kemajuan teknologi, sekaligus pelestarian budaya Bali. Ini adalah wujud komitmen Pemerintah Provinsi Bali menghadirkan layanan informasi yang berkualitas dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat,” ujar Koster.

Turyapada Tower berdiri di ketinggian 1.521 meter di atas permukaan laut dengan tinggi menara 115 meter. Total ketinggiannya mencapai 1.636 meter di atas permukaan laut. Infrastruktur ini menjadi bagian dari Single Frequency Network (SFN) pertama di Indonesia, yang memungkinkan kualitas siaran lebih stabil dengan jangkauan luas.

Selain berfungsi sebagai pemancar televisi digital, kawasan Turyapada Tower juga dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis teknologi. Beragam fasilitas disiapkan, mulai dari planetarium, skywalk, jembatan kaca, restoran putar 360 derajat, hingga restoran statis yang menyatu dengan lanskap pegunungan Bali Utara.

Peluncuran siaran televisi digital dilakukan secara bertahap. Tahap pertama dimulai pada 18 April 2025 dengan mengudaranya 10 channel melalui MUX Viva Group. Tahap kedua berlangsung pada 18 Agustus 2025 dengan bergabungnya Nusantara TV dan TVRI, sehingga total menjadi 12 channel. Tahap ketiga yang digelar Sabtu ini menandai masuknya Media Televisi Indonesia atau Metro TV Group dengan tambahan 8 channel.

Dengan rampungnya tahap ketiga, sebanyak 30 channel televisi digital dari empat penyelenggara multipleksing—TVRI, ANTV, Nusantara TV, dan Metro TV—kini sepenuhnya mengudara dari Turyapada Tower. Jangkauan siaran diklaim telah meliputi lebih dari 90 persen wilayah Bali, bahkan mencapai Kabupaten Jembrana.

Gubernur Koster menilai kehadiran televisi digital membawa dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Warga tidak lagi bergantung pada parabola atau layanan televisi berbayar. Dengan televisi digital atau set top box yang relatif terjangkau, masyarakat dapat menikmati siaran dengan kualitas gambar dan suara yang lebih jernih.

“Ini membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga sekaligus memastikan akses informasi, edukasi, dan hiburan dapat dinikmati secara merata,” kata Koster.

Lebih lanjut, Turyapada Tower diproyeksikan menjadi simpul integrasi teknologi, budaya, dan pariwisata. Saat ini, pembangunan fasilitas wisata masih berfokus pada tahap interior dan ditargetkan rampung pada pertengahan 2026. Pengembangan akan dilanjutkan dengan penataan kawasan, peningkatan akses jalan, hingga pembangunan gondola sepanjang satu kilometer.

Seluruh kawasan terpadu tersebut ditargetkan rampung dan diresmikan pada Desember 2026 dengan total investasi hampir Rp600 miliar. Proyek ini sepenuhnya menjadi aset daerah dan diharapkan mampu mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Buleleng.

Dalam sesi interaksi daring dengan sejumlah desa di Bali Utara, masyarakat melaporkan kualitas siaran televisi yang diterima kini jauh lebih jernih dengan jumlah channel yang semakin beragam. Camat dan perbekel dari Desa Bubunan, Penuktukan, hingga Tukad Sumaga, Gerokgak, menyampaikan apresiasi atas manfaat nyata yang dirasakan warga.

Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam memperluas jangkauan siaran televisi digital. Ia berharap cakupan layanan ke depan dapat menjangkau seluruh wilayah Buleleng secara maksimal.

Acara peluncuran ini turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Bali, jajaran Forkopimda Bali, wali kota dan bupati se-Bali, pimpinan lembaga vertikal, Direktur Jenderal Pos dan Penyiaran Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Rektor Universitas Udayana, serta pimpinan lembaga penyiaran nasional.

Menutup sambutannya, Gubernur Koster berharap Turyapada Tower menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Bali sebagai Pulau Digital, sejalan dengan visi Bali Era Baru yang maju, berbudaya, dan sejahtera.