Memuat waktu...

Dehana Decoration Andalkan KUR BRI untuk Kembangkan Bisnis Dekorasi Pernikahan di Bali

Balihariini • Tuesday, 22 September 2026 | 01:42 WITA • News, Teknologi • 👁 23 dibaca
Dehana Decoration Andalkan KUR BRI untuk Kembangkan Bisnis Dekorasi Pernikahan di Bali
Dehana Decoration mengembangkan bisnis dekorasi pernikahan di Bali dengan memanfaatkan tambahan modal melalui KUR BRI _ BHI-IST

MANGUPURA, BALIHARIINI.COM—Bisnis dekorasi pernikahan tidak hanya mengandalkan kreativitas dan kemampuan menata ruang. Di balik setiap konsep dekorasi, pelaku usaha harus menyiapkan properti, bahan baku, tenaga kerja, hingga biaya produksi sebelum pekerjaan dimulai.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Dehana Decoration, usaha dekorasi pernikahan yang berkembang di Bali sejak 2017. Ketika pesanan datang, sebagian kebutuhan produksi justru harus dipenuhi lebih dulu, sementara modal baru dapat kembali setelah properti digunakan dalam beberapa pekerjaan.

Pemilik Dehana Decoration, Nyoman Tangga Nalika, mengatakan kebutuhan modal paling terasa ketika usaha harus membuat properti dekorasi baru. Investasi tersebut tidak selalu langsung kembali dari satu pesanan.

“Kalau pembuatan barang baru, kita bisa minus dulu. Kita harus jalanin sekitar lima kali dulu baru bisa balik modal,” ujar Tangga.

Dehana Decoration kini memiliki sekitar tujuh orang dalam tim. Usaha tersebut menawarkan paket dekorasi mulai dari sekitar Rp10 juta hingga ratusan juta rupiah, tergantung konsep dan kebutuhan pelanggan.

Modal Awal Jadi Tantangan

Berbeda dengan bisnis perdagangan yang dapat menjual barang yang sudah tersedia, usaha dekorasi pernikahan membutuhkan persiapan sebelum acara berlangsung. Sebagian properti bahkan dibuat sendiri oleh Dehana Decoration untuk menyesuaikan konsep yang diminta pelanggan.

Properti baru kemudian menjadi aset usaha yang dapat digunakan kembali pada pekerjaan berikutnya. Namun, biaya pembuatannya harus dikeluarkan sejak awal sehingga pelaku usaha membutuhkan modal yang cukup untuk menjaga arus kas.

Kapasitas pengerjaan juga menjadi pertimbangan. Dalam periode ramai, Dehana Decoration dapat menangani sekitar lima pekerjaan. Jika jumlah pesanan meningkat dalam waktu berdekatan, kemampuan tim dan waktu persiapan menjadi faktor pembatas.

Untuk dekorasi dengan nilai sekitar Rp10 juta, misalnya, proses persiapannya dapat berlangsung selama tiga hingga empat hari. Sementara dekorasi dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah membutuhkan persiapan sekitar satu minggu atau lebih.

“Kalau satu musim yang paling enak lima. Kalau lebih dari itu kayaknya kewalahan,” kata Tangga.

Situasi tersebut membuat tambahan modal bukan sekadar dibutuhkan untuk membayar biaya operasional. Bagi Dehana Decoration, modal juga berfungsi untuk menciptakan properti baru sekaligus memperluas pilihan dekorasi yang dapat ditawarkan kepada konsumen.

Manfaatkan KUR BRI

Untuk menopang kebutuhan tersebut, Dehana Decoration memanfaatkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sekitar Rp25 juta sebagai tambahan modal usaha.

Tangga berharap pembiayaan ke depan dapat meningkat hingga di atas Rp50 juta. Tambahan modal tersebut rencananya digunakan untuk memperbanyak properti dekorasi sehingga kapasitas dan pilihan konsep yang ditawarkan kepada pelanggan dapat semakin luas.

Kebutuhan modal juga semakin terasa karena bisnis dekorasi pernikahan berhadapan dengan fluktuasi harga bahan baku. Dehana menggunakan sejumlah bahan alami, seperti bunga segar, gemitir, busung atau janur, serta ambu.

Kenaikan harga bahan baku turut memengaruhi biaya produksi. Namun, Tangga mengatakan pihaknya tidak serta-merta menaikkan harga paket setiap kali terjadi perubahan harga bahan.

Penyesuaian harga biasanya dilakukan dalam rentang enam bulan hingga satu tahun dan disertai pembaruan paket dekorasi yang ditawarkan kepada pelanggan.

Pasar Wedding Bali Masih Terbuka

Di tengah tantangan modal dan biaya produksi, Dehana Decoration melihat pasar pernikahan di Bali masih memberikan peluang bagi pelaku usaha lokal.

Promosi dilakukan melalui berbagai platform media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan Facebook. Selain promosi digital, pesanan juga datang melalui rekomendasi pelanggan serta jaringan pertemanan.

Pertumbuhan bisnis pernikahan turut membuka peluang bagi berbagai usaha pendukung. Ketika sebagian kebutuhan teknis yang sebelumnya dikerjakan keluarga mulai dialihkan kepada vendor profesional, permintaan terhadap jasa dekorasi, tenaga kerja, dokumentasi, katering, hingga penyedia perlengkapan pesta ikut meningkat.

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan akses pembiayaan menjadi salah satu bagian penting dalam membantu pelaku usaha mikro dan kecil meningkatkan kapasitas bisnis.

“BRI terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro dan kecil, melalui akses pembiayaan yang dapat mendukung pengembangan usaha. Kami berharap dukungan permodalan dan pendampingan yang diberikan dapat membantu pelaku usaha untuk terus bertumbuh, meningkatkan produktivitas, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian keluarga dan masyarakat di sekitarnya,” ujar Hery.

Bagi Dehana Decoration, modal akhirnya menjadi penghubung antara peluang pasar dan kemampuan usaha untuk memenuhi permintaan. Ketika pesanan meningkat, tambahan pembiayaan dapat digunakan untuk menambah properti, memperluas pilihan dekorasi, sekaligus meningkatkan kapasitas pengerjaan.

Kondisi ini menggambarkan bahwa bagi UMKM di sektor jasa pernikahan, kebutuhan modal tidak hanya berkaitan dengan mempertahankan operasional. Investasi pada aset produktif juga menjadi bagian penting agar usaha dapat berkembang mengikuti permintaan pasar.(BHI01)