Memuat waktu...

SMA Negeri 12 Denpasar Bawa Pulang Dua Medali dari IPITEX 2026 Bangkok

Balihariini • Monday, 12 January 2026 | 09:35 WITA • Teknologi • 👁 61 dibaca
SMA Negeri 12 Denpasar Bawa Pulang Dua Medali dari IPITEX 2026 Bangkok
Tim riset SMA Negeri 12 Denpasar meraih Bronze dan Silver Medal di IPITEX 2026 Bangkok _ BHI-IST

BALIHARIINI.COM—Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Indonesia di panggung internasional. Dua tim riset dari SMA Negeri 12 Denpasar (SMANDAS) sukses mengharumkan nama sekolah dan Indonesia dengan meraih Bronze Medal dan Silver Medal pada ajang IPITEX 2026 (Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition) di Thailand.

Ajang pameran dan kompetisi inovasi berskala internasional ini berlangsung pada 5–9 Januari 2026 di Event Hall 100–104, Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC). Ratusan inovator muda dari berbagai negara turut ambil bagian, menjadikan IPITEX sebagai salah satu arena bergengsi bagi pengembangan riset dan teknologi di kawasan Asia.

SMAN 12 Denpasar mengirimkan dua tim penelitian yang masing-masing mengusung inovasi berbasis bahan alami. Tim pertama berhasil meraih Bronze Medal melalui karya berjudul “AELORA: A Natural Deodorant from a Combination of Grapefruit Seeds (Citrus paradisi) and Aloe Vera (Aloe barbadensis miller) to Reduce Body Odor”. Penelitian ini menawarkan solusi deodoran alami dengan memanfaatkan kombinasi biji jeruk grapefruit dan lidah buaya untuk membantu mengurangi bau badan.

Tim peraih perunggu tersebut diperkuat oleh Elysia Sharlene Gautama, Michael Perangin Angin, Kadek Wina Cahaya Kirani, dan I Nyoman Dandy Christian Sucitra. Keempat siswa terlibat aktif sejak tahap riset, pengembangan produk, hingga presentasi di hadapan juri internasional.

Sementara itu, Tim kedua SMANDAS mencatatkan capaian lebih tinggi dengan meraih Silver Medal lewat penelitian berjudul “Altur Patch: An Innovative Patch made from Aloe Vera and Turmeric Extract (Curcuma longa) as an Anti Acne”. Inovasi ini mengembangkan plester perawatan jerawat berbahan lidah buaya dan ekstrak kunyit yang mudah ditemukan di Indonesia.

Tim peraih perak terdiri dari Ni Putu Eka Indira Sastrayani, Made Bagus Suardika, Janeeta Anindya Budiarto, Putu Gyana Kalyani Devi, Putu Malika Isvarya Devi, dan Komang Praja Wijaksa. Mereka mengusung konsep inovasi kesehatan kulit berbasis herbal yang aplikatif dan ramah lingkungan.

Selama mengikuti kompetisi, kedua tim mendapat pendampingan langsung dari pembina Ni Wayan Adikana Wiandari Yadnya, S.Pd., M.Pd. Ia menjelaskan bahwa setiap tim memperoleh satu booth khusus untuk memamerkan produk penelitian.

“Dewan juri melakukan penilaian dengan cara berkeliling dari satu booth ke booth lainnya. Setiap tim diwawancarai secara langsung terkait latar belakang penelitian, metode yang digunakan, hingga potensi pengembangan produk ke depan. Interaksi langsung ini menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian IPITEX,” ujarnya.

Rangkaian IPITEX 2026 dimulai sejak 4 Januari dengan persiapan booth peserta. Kegiatan dilanjutkan pada 5 Januari melalui opening ceremony, penilaian awal, dan pameran. Proses evaluasi berlanjut pada 6 hingga 8 Januari yang juga diisi dengan exhibition dan workshop lintas negara. Puncak acara ditutup melalui Awarding Ceremony pada 9 Januari 2026.

Selain kompetisi utama, siswa SMANDAS juga mengikuti Workshop Global Project Based Learning 2026 pada 7–8 Januari. Dalam kegiatan ini, peserta ditantang bekerja dalam tim multinasional. Elysia Sharlene Gautama bersama tim lintas negara berhasil meraih Excellent Award dengan hadiah 8.000 THB, sementara Michael Perangin Angin meraih Popular Vote dan memperoleh 5.000 THB per tim.

IPITEX 2026 diikuti oleh peserta dari berbagai negara, antara lain Thailand, Indonesia, Cina, Korea, Jepang, Polandia, Hongkong, India, Kuwait, dan negara lainnya. Keberagaman peserta menegaskan posisi IPITEX sebagai ajang inovasi internasional yang kompetitif.

“Perolehan medali silver dan bronze tingkat internasional ini tentu tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama kepala sekolah dan orang tua siswa,” ujar Ni Wayan Adikana.

Kepala SMA Negeri 12 Denpasar, I Putu Eka Yasdika, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Ia menilai prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa SMANDAS mampu bersaing secara global meski tergolong sekolah baru di Denpasar.

“Prestasi ini lahir dari ketekunan, kerja keras, serta bimbingan pembina yang penuh dedikasi. Saya mendorong siswa untuk terus berani meneliti dan bermimpi besar, karena riset dapat dimulai sejak bangku SMA,” katanya.

Keberhasilan ini sekaligus menambah daftar prestasi siswa Indonesia di tingkat internasional, khususnya dalam bidang riset, inovasi, dan teknologi berbasis sains.(H-01)