Memuat waktu...

Bali Cetak Rekor Baru Wisman 2025, Pemerintah Pusat Apresiasi Kepemimpinan Gubernur Koster

Balihariini • Saturday, 03 January 2026 | 11:38 WITA • News • 👁 68 dibaca
Bali Cetak Rekor Baru Wisman 2025, Pemerintah Pusat Apresiasi Kepemimpinan Gubernur Koster
Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana saat kunjungan ke Puri Agung Ubud, Gianyar. Pemerintah pusat mengapresiasi rekor kunjungan wisman ke Bali sepanjang 2025_ bhi-Humas Pemprov Bali

BALIHARIINI.COM—Bali kembali menegaskan posisinya sebagai magnet utama pariwisata Indonesia. Sepanjang tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Pulau Dewata mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan angka lebih dari 7,1 juta kunjungan. Capaian ini mendapat apresiasi langsung dari Pemerintah Pusat melalui Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, kepada Gubernur Bali Wayan Koster.

Apresiasi tersebut disampaikan saat Menteri Pariwisata mendampingi Gubernur Bali mengunjungi Puri Agung Ubud, Gianyar. Kunjungan ini sekaligus menjadi peninjauan langsung kondisi destinasi wisata, di tengah maraknya isu Bali sepi yang beredar di media sosial.

Gubernur Wayan Koster menyebut, data resmi justru menunjukkan tren sebaliknya. Berdasarkan catatan PT Angkasa Pura hingga 31 Desember 2025, jumlah Wisman yang masuk ke Bali melalui jalur udara mencapai 7.050.000 orang lebih. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan tahun 2024 yang berada di kisaran 6,3 juta kunjungan.

“Terjadi peningkatan sekitar 750 ribu Wisman atau 11,3 persen. Ini rekor tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Bali,” tegas Koster.

Ia menambahkan, capaian tersebut bahkan melampaui masa sebelum pandemi. Pada 2019, jumlah kunjungan Wisman ke Bali tercatat 6,27 juta orang.

“Artinya, Bali tetap menjadi pilihan utama wisatawan dunia. Apa pun isu yang beredar, Wisman tetap memilih Bali,” ujar Koster.

Tak hanya dari jalur udara, peningkatan juga terjadi pada kedatangan Wisman melalui jalur laut. Berdasarkan data Pelabuhan Benoa, jumlah wisatawan mancanegara yang masuk menggunakan kapal pesiar mencapai 71 ribu orang pada 2025. Angka ini naik dibandingkan 53 ribu Wisman pada tahun sebelumnya.

“Jika kedatangan dari udara dan laut digabungkan, total Wisman ke Bali mencapai lebih dari 7,1 juta orang. Ini belum termasuk yang masuk melalui jalur darat,” jelasnya.

Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (Wisnus) pada 2025 tercatat 9,28 juta orang, menurun dibandingkan 2024 yang mencapai 10,1 juta kunjungan. Penurunan sekitar 700 ribu wisatawan domestik ini menyebabkan total kunjungan wisatawan ke Bali pada 2025 berada di angka 16,38 juta orang, sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

“Penurunan total kunjungan sekitar 121 ribu orang atau 0,7 persen, disebabkan oleh berkurangnya Wisnus. Namun, kunjungan Wisman justru mencapai rekor tertinggi,” ungkap Koster.

Ia menegaskan, data tersebut sekaligus membantah narasi Bali sepi yang ramai beredar di ruang digital.

“Data sudah membuktikan Bali tidak sepi. Bandara, pusat perbelanjaan, hingga destinasi wisata ramai, bahkan jalanan macet. Bali juga aman dan kondusif,” katanya.

Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan Bali tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Pusat. Ia menyebut, sesuai arahan Presiden RI, seluruh kementerian diminta aktif turun ke daerah, dan Bali menjadi fokus utama Kementerian Pariwisata.

“Bali adalah destinasi yang sangat penting bagi Indonesia. Bahkan World Bank telah melakukan kajian mengenai isu-isu pariwisata Bali dan pengembangan quality tourism yang sejalan dengan Perda Provinsi Bali tentang Pariwisata Budaya Berkualitas,” kata Widiyanti.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Wayan Koster atas komitmen dan perhatian serius dalam menjaga keberlanjutan pariwisata Bali.

Sementara itu, perwakilan Puri Agung Ubud, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, menyampaikan selamat datang kepada Menteri Pariwisata RI. Ia menegaskan, Puri Ubud memiliki peran historis penting dalam perjalanan pariwisata Bali sejak awal abad ke-18.

Tjokorda yang akrab disapa Tjok Ace berharap, kepemimpinan Gubernur Wayan Koster yang tegas mampu menjaga Bali tetap berpijak pada pariwisata berbasis budaya.

“Beliau sangat konsen menjaga budaya Bali. Mudah-mudahan dengan ketegasannya, Bali bisa bertahan sebagai destinasi budaya hingga 100 tahun ke depan,” pungkasnya.