Memuat waktu...

Bali Interfood 2026 Kembali Digelar, Perkuat Industri Kuliner dan Hospitality di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Bali

Balihariini • Monday, 31 August 2026 | 15:54 WITA • News, Wisata • 👁 93 dibaca
Bali Interfood 2026 Kembali Digelar, Perkuat Industri Kuliner dan Hospitality di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Bali
Bali Interfood 2026 mempertemukan pelaku industri HORECA, UMKM, dan peserta dari delapan negara dalam satu pameran _ bhi-01

BALIHARIINI.COM—Pertumbuhan ekonomi Bali yang terus menunjukkan tren positif menjadi landasan kuat bagi perkembangan industri pariwisata, kuliner, dan hospitality. Kondisi tersebut dimanfaatkan Krista Exhibitions untuk kembali menghadirkan Bali Interfood 2026, pameran internasional industri makanan, minuman, bakery, hotel, restoran, dan kafe yang memasuki penyelenggaraan ketujuh.

Pameran akan berlangsung pada 2–4 September 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, dengan menghadirkan pelaku industri dari berbagai negara, teknologi terbaru, hingga forum bisnis yang mempertemukan produsen, distributor, buyer, dan investor.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi Bali pada Triwulan II 2026 tumbuh 6,91 persen dibanding triwulan sebelumnya, sementara secara tahunan meningkat 5,78 persen. Sektor penyediaan akomodasi serta makan dan minum masih menjadi penopang utama perekonomian daerah dengan kontribusi mencapai 21,91 persen.

Pertumbuhan tersebut semakin memperkuat posisi Bali sebagai pusat industri pariwisata nasional sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi sektor makanan dan minuman untuk berkembang.

Bali Interfood 2026 tidak hanya menghadirkan pameran industri makanan dan minuman, tetapi juga digelar bersamaan dengan Bali Hotel & Tourism, Bali Coffee Expo, Bali Wine & Spirit, serta Bakery Indonesia Expo 2026.

Pengunjung dapat menemukan berbagai produk dan inovasi, mulai dari bahan baku makanan, bakery dan pastry, kopi, wine dan spirit, perlengkapan hotel, restoran, katering, teknologi pengolahan makanan, hingga solusi pengemasan modern.

Konsep penyelenggaraan beberapa pameran dalam satu lokasi diharapkan mampu memperluas peluang kolaborasi bisnis di antara produsen, distributor, pelaku usaha kuliner, hotel, restoran, hingga penyedia teknologi.

CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan Bali memiliki potensi besar karena perkembangan sektor pariwisata berjalan seiring dengan pertumbuhan industri hotel, restoran, dan makanan minuman.

“Bali memiliki potensi yang besar karena pariwisata, hotel, restoran, dan usaha makanan dan minuman berkembang secara bersamaan. Kami ingin menjadikan Bali Interfood sebagai tempat bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, bertemu dengan calon mitra, dan mendapatkan informasi mengenai perkembangan terbaru di bidang makanan dan minuman,” ujar Daud D. Salim.

Sebanyak 110 peserta, termasuk 35 pelaku UMKM, akan berpartisipasi dalam pameran tahun ini. Krista Exhibitions menargetkan kehadiran sekitar 15.000 pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan.

Selain peserta dari Indonesia, pameran juga diikuti perusahaan dari China, Malaysia, Thailand, Singapura, Vietnam, Jepang, dan Prancis, sehingga memberikan kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk mengenal perkembangan pasar internasional.

Bali Interfood 2026 juga menghadirkan beragam agenda pendukung yang menggabungkan edukasi, kompetisi, demonstrasi kuliner, hingga peluang bisnis.

Salah satu agenda utama adalah Gelato World Cup Indonesian Selection, yang berlangsung selama tiga hari. Program tersebut menghadirkan kompetisi sekaligus workshop, seperti Gelato Workshop Coconut Mango Dessert, Mixologist Workshop Morello Cherry Gelato, hingga Blood Orange Sorbet.

Di area demonstrasi kuliner, sejumlah chef dan barista nasional akan berbagi teknik memasak serta inovasi produk melalui berbagai kelas, mulai dari pembuatan cinnamon roll, dimsum, manual brew coffee, hingga olahan mie dan kwetiau.

Sementara itu, Main Stage menghadirkan sesi Wine Pairing, yang mengombinasikan wine dengan kopi, cokelat, hingga menu berbasis nabati sebagai bagian dari tren gastronomi modern.

Tidak hanya berorientasi pada produk, penyelenggara juga menyediakan Business Matching Room yang mempertemukan pelaku industri Ho.Re.Ca.Ba (Hotel, Restaurant, Café, dan Bakery) dengan supplier serta exhibitor melalui berbagai agenda networking.

Melalui forum tersebut, pelaku usaha diharapkan dapat memperluas jaringan, menemukan pemasok baru, hingga menjajaki peluang kerja sama yang dapat mendukung pertumbuhan industri hospitality dan kuliner di Bali.

Pameran ini juga menjadi ruang peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Krista Training Center by IKABOGA yang menghadirkan program sertifikasi profesi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Sertifikasi mencakup berbagai bidang, mulai dari Chef de Partie, Demi Chef, Baker, Commis Pastry, hingga perpanjangan masa berlaku sertifikat kompetensi.

Selain itu, IPBI Competition Area menghadirkan kompetisi Fruit Carving, Table Setting Competition, Flower Table Decoration Workshop, serta diskusi mengenai pengurangan limbah makanan melalui panel bertajuk “Rethinking Food Waste: How Hospitality Can Do It Better.”

Ketua BPD PHRI Bali, Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), menilai Bali Interfood memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan industri kuliner dan perhotelan di Pulau Dewata.

Menurutnya, pameran ini bukan sekadar ajang promosi produk makanan dan minuman, tetapi juga menjadi platform strategis yang mempertemukan pelaku industri untuk memperkuat jaringan bisnis sekaligus mendorong inovasi.

“Bali Interfood bukan hanya sekadar pameran makanan dan minuman, tetapi juga platform strategis bagi pengusaha untuk memperkuat jaringan bisnis dan meningkatkan inovasi. Kuliner merupakan bagian penting dari pengalaman wisatawan sekaligus media untuk mengenalkan budaya lokal. Kami berkomitmen mendukung industri kuliner Bali melalui kualitas produk dan keberlanjutan yang berbasis budaya lokal,” ujar Cok Ace.

Ia berharap penyelenggaraan Bali Interfood 2026 mampu menghadirkan diferensiasi baru bagi industri kuliner Bali sekaligus memperkuat daya saing sektor hospitality di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan.

Bali Interfood 2026 mendapat dukungan dari berbagai kementerian, Pemerintah Provinsi Bali, serta puluhan asosiasi industri nasional. Pameran ini menyasar pelaku bisnis, buyer, importir, distributor, investor, hingga pengusaha hotel, restoran, kafe, dan katering (HORECA) yang ingin memperluas jejaring sekaligus membuka peluang kerja sama baru di industri makanan dan minuman.**(BHI01)**