Minggu, 13 September 2026 14:28:16
Minggu, 13 September 2026 14:28:16
Minggu, 13 September 2026 14:28:16

KAK Melati Rayakan HUT Ke 16, Tebar Kepedulian dan Pererat Persaudaraan dalam Keberagaman

BalihariiniMonday, 07 September 2026 | 12:18 WITALifestyle, News👁 19 dibaca
KAK Melati Rayakan HUT Ke 16, Tebar Kepedulian dan Pererat Persaudaraan dalam Keberagaman
KAK Melati di Denpasar rayakan HUT ke 16 dirangkai Maulid Nabi 1448 H, mempererat persaudaraan lintas agama_ bhi-01

BALIHARIINI.COM— Peringati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 16 Kelompok Arisan Keluarga (KAK) Melati kali ini digelar dengan suasana yang berbeda, dimana untuk acara kali ini dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 di Denpasar, Minggu (6/9).

Mengusung tema “Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW Meningkatkan Semangat Kita untuk Menebar Kebaikan dan Menjaga Persaudaraan dalam Keberagaman Umat”, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang peringatan hari besar keagamaan dan ulang tahun komunitas, tetapi juga memperkuat semangat toleransi, silaturahmi, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Bertempat di Jalan Nuansa Kori Barat IV/8, Banjar Tegal Kori, Ubung Kaja, Denpasar Utara, kegiatan merupakan kolaborasi KAK Melati bersama komunitas Bolo-Bolo Surabaya. Sekitar 200 undangan dari berbagai latar belakang agama hadir dalam acara tersebut, mulai dari Islam, Hindu, Kristen, Buddha hingga Konghucu.

Selain perayaan HUT dan Maulid Nabi, rangkaian kegiatan juga diisi dengan santunan kepada belasan anak yatim piatu serta hiburan keluarga melalui permainan interaktif dan pinata yang semakin mempererat kebersamaan antaranggota maupun tamu undangan.

Pembina KAK Melati, Djoko Moeljono, mengatakan keberagaman yang hadir dalam perayaan tersebut menjadi gambaran nyata nilai-nilai yang sejak awal dibangun dalam komunitas.

“Melati itu kepanjangan dari Menjalin Tali Silaturahmi Tiada Batas. Hari ini kami memperingati ulang tahun ke 16 sekaligus Maulid Nabi Muhammad SAW,” ujar Djoko.

Menurutnya, KAK Melati tidak pernah membatasi keanggotaan berdasarkan agama, profesi maupun latar belakang. Justru keberagaman menjadi kekuatan utama dalam menjaga persatuan dan hubungan kekeluargaan.

“Kami sengaja mengundang lintas agama. Ada Muslim, Hindu, Nasrani, Buddha dan Konghucu. Tujuannya supaya tali silaturahmi yang selama ini kami gagas tetap terjaga,” katanya.

Komunitas yang berdiri sejak 7 Juli 2010 tersebut kini memiliki sekitar 40 anggota aktif dengan komitmen menjaga kebersamaan melalui berbagai kegiatan sosial maupun kekeluargaan.

Sementara itu, Koordinator KAK Melati, Lutfi Hidayati, menegaskan bahwa aksi sosial berupa santunan anak yatim menjadi bagian dari komitmen komunitas untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

“Visi dan misi kami sama, yaitu saling berbagi. Hari ini ada santunan dan kami juga dibantu oleh Bolo-Bolo Surabaya,” ungkap Lutfi.

Ia berharap kegiatan sosial serupa dapat terus diperluas sehingga mampu menjangkau panti asuhan dari berbagai latar belakang agama sebagai bentuk implementasi semangat persaudaraan tanpa sekat.

“Ke depan, kami berharap bisa kembali berbagi kepada panti asuhan, baik yang Nasrani maupun Hindu,” ujarnya.

Memasuki usia ke 16, KAK Melati menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kekompakan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk. Bagi komunitas tersebut, perbedaan bukanlah alasan untuk menciptakan jarak, melainkan kekuatan untuk membangun solidaritas.

“Bhinneka Tunggal Ika, ada Hindu, ada Muslim, semua jadi satu. Kami tidak melihat dari mana asalnya, agamanya apa atau profesinya apa,” tegas Lutfi.

Pesan itu menjadi benang merah perayaan HUT ke 16 KAK Melati tahun ini, yakni merawat silaturahmi, menebar kebaikan, serta menjaga persaudaraan lintas agama sebagai wujud nyata nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan bermasyarakat.(BHI01)