Debut Solo Alenka Putri ‘Cecimpedan’ Hidupkan Permainan Tradisional Bali

BALIHARIINI.COM—Dunia musik anak di Bali kembali menghadirkan warna baru. Kadek Alenka Putri Karnaedi, yang dikenal dengan nama panggung Alenka Putri, resmi meluncurkan single debut berjudul “Cecimpedan”. Video musiknya telah tayang di kanal YouTube Alenka Putri dan lagunya juga tersedia di Spotify, menandai langkah awalnya sebagai penyanyi solo.
Sebelumnya, Alenka dikenal sebagai bagian dari grup vokal 5UARA (Lima Suara). Kini, siswi kelas 5 Sekolah Dasar itu memilih jalur solo dengan identitas yang lebih kuat: mengangkat budaya lokal Bali sebagai napas utama karyanya.
Lewat lagu “Cecimpedan”, Alenka menghadirkan kembali permainan tradisional Bali yang dulu akrab dalam kehidupan masyarakat. Cecimpedan merupakan permainan teka-teki lisan atau tebak-tebakan yang diwariskan secara turun-temurun, dimainkan anak-anak hingga orang dewasa. Permainan ini pernah menjadi bagian dari keseharian sebelum gawai dan teknologi digital mendominasi waktu luang generasi muda.
Melalui single perdananya, Alenka ingin menghidupkan kembali tradisi tersebut agar tetap dikenal anak-anak masa kini. Pilihan tema ini sekaligus menunjukkan komitmennya dalam menjaga warisan budaya sejak usia dini.
Lagu “Cecimpedan” diciptakan oleh Dek Artha sebagai lagu anak yang sarat pesan budaya dengan pendekatan sederhana. Liriknya menggunakan bahasa Bali yang ringan dan mudah dipahami, sehingga terasa dekat dengan dunia anak-anak.
Sri Hardani, orang tua Alenka Putri, menyebut lagu ini memang dirancang sebagai media edukasi sekaligus hiburan. “Pada bagian awal lagu, tersirat ajakan agar anak-anak tidak terus-menerus terpaku pada gawai,” ujarnya.
Pesan tersebut disampaikan melalui gambaran suasana ketika anak-anak berkumpul dan bermain bersama tanpa ketergantungan pada perangkat elektronik. Lagu ini membangun nostalgia tentang kebersamaan yang dulu menjadi bagian penting dari masa kecil banyak orang.
Tak hanya mengajak bermain, “Cecimpedan” juga menegaskan pentingnya menjaga identitas budaya Bali di tengah arus modernisasi. Di saat pengaruh luar semakin kuat, lagu ini menjadi pengingat bahwa tradisi lokal tetap relevan dan bisa dikemas secara kreatif.
Sebelum merilis single solo ini, Alenka sempat terlibat dalam lagu “Timpal Rasa Nyama” bersama 5UARA yang diluncurkan pada akhir 2025. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga sebelum akhirnya ia melangkah sendiri.
Debut “Cecimpedan” bukan sekadar peluncuran lagu anak. Karya ini menghadirkan media pembelajaran budaya yang menyenangkan dan mudah diakses. Melalui musik, Alenka Putri mengajak generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan permainan tradisional Bali—sebuah pesan sederhana yang terasa semakin penting di era serba digital.