Dukungan BRI Perkuat Modal Petani, Paprika Organik Tabanan Tembus Pasar Premium

BALIHARINI.COM—Dukungan pembiayaan dari sektor perbankan menjadi pendorong utama transformasi pertanian modern, khususnya pada komoditas hortikultura bernilai tinggi seperti paprika organik.
Skema permodalan yang semakin inklusif membuka peluang bagi petani lokal untuk meningkatkan skala usaha sekaligus menembus pasar premium.
Salah satu contoh nyata datang dari Made Sandi, petani asal Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Ia berhasil mengembangkan paprika jenis dutch berbasis organik hingga mampu memasok kebutuhan sektor perhotelan.
Sandi mengungkapkan, tantangan terbesar di awal usaha adalah keterbatasan biaya, terutama untuk pengadaan bibit berkualitas.
“Awalnya memang terkendala biaya, terutama untuk bibit yang harganya cukup mahal. Tapi kami coba cari cara supaya bisa efisien, yaitu dengan mengembangkan bibit sendiri,” ujarnya, Selasa, 14 April 2026.
Dalam empat tahun terakhir, Sandi membangun sistem budidaya berbasis greenhouse di lahan sekitar 2,5 are. Dengan kapasitas mencapai 860 pot atau setara 1.600 tanaman, ia kini mampu memproduksi paprika secara stabil dengan pola panen harian.
Produktivitas yang dihasilkan pun cukup signifikan. Dalam sekali panen, ia dapat menghasilkan 20 hingga 40 kilogram paprika. Bahkan, produksi bisa meningkat hingga 100 kilogram saat panen menyeluruh sesuai kebutuhan pasar. Masa produksi dalam satu siklus tanam berlangsung hingga delapan bulan.
Untuk menjaga kualitas sekaligus efisiensi, Sandi mengadopsi teknologi smart farming. Sistem ini mencakup pengaturan nutrisi tanaman hingga irigasi otomatis, sehingga hasil panen tetap konsisten dan memenuhi standar pasar premium.
Paprika yang dihasilkan pun memiliki nilai jual tinggi. Paprika merah dipasarkan hingga Rp150 ribu per kilogram, hijau Rp125 ribu, sementara paprika kuning bahkan sempat menyentuh Rp200 ribu per kilogram.
Tingginya harga tersebut sejalan dengan meningkatnya permintaan produk organik, terutama dari sektor perhotelan yang membutuhkan pasokan berkualitas secara berkelanjutan.
Di sisi lain, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat perannya dalam mendorong sektor pertanian organik melalui akses pembiayaan. Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung petani agar mampu berkembang dan naik kelas.
“BRI berkomitmen mendukung pengembangan pertanian organik melalui akses pembiayaan yang mudah dan inklusif. Sektor ini tidak hanya memiliki potensi ekonomi besar, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), BRI memberikan kemudahan akses modal sekaligus pendampingan usaha bagi petani. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan literasi keuangan serta kapasitas produksi petani secara berkelanjutan.
“Tidak hanya pembiayaan, kami juga mendorong peningkatan kapasitas petani agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan dan berdaya saing,” tambahnya.
BRI optimistis kolaborasi antara perbankan, pemerintah, dan pelaku usaha akan mempercepat pertumbuhan sektor pertanian organik, khususnya di Bali dan Nusa Tenggara.
Di tengah tantangan biaya produksi dan keterbatasan teknologi, akses permodalan menjadi faktor kunci dalam mendorong transformasi pertanian berbasis inovasi. Keberhasilan yang diraih Sandi menjadi bukti bahwa dengan dukungan yang tepat, petani lokal mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.(BHI01)