Memuat waktu...

Pemprov Bali Hadir di Buleleng, Salurkan Bantuan Rumah Layak Huni dan Kesehatan untuk Warga Kurang Mampu

Balihariini • Sunday, 28 December 2025 | 17:54 WITA • News • 👁 145 dibaca
Pemprov Bali Hadir di Buleleng, Salurkan Bantuan Rumah Layak Huni dan Kesehatan untuk Warga Kurang Mampu
Sekda Bali Dewa Made Indra menyerahkan bantuan bedah rumah Pemprov Bali Hadir kepada warga kurang mampu di Buleleng_ bhi_Humas Pemprov Bali

BALIHARIINI.COM—Pemerintah Provinsi Bali secara langsung menyalurkan bantuan sosial untuk warga kurang mampu di Kabupaten Buleleng. Program bertajuk “Pemprov Bali Hadir” ini menyasar peningkatan kesejahteraan dengan menyerahkan dua bantuan pembangunan rumah dan satu bantuan biaya kesehatan.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, mengatakan bantuan tersebut berasal dari punia atau donasi gotong royong para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Bali.

“Program Pemprov Bali Hadir ini merupakan bentuk kepedulian para ASN terhadap warga Bali yang belum memiliki rumah layak huni. Uang yang kami serahkan merupakan punia dari anggota ASN, baik pimpinan maupun staf,” ujar Dewa Made Indra saat menyerahkan bantuan di Buleleng, Sabtu, 27 Desember 2025.

Menurutnya, semangat gotong royong itu diwujudkan sebagai rasa tanggung jawab sosial sekaligus kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.

“Bentuk kepedulian ini kami wujudkan sebagai rasa gotong royong untuk membangunkan tempat tinggal yang lebih layak daripada sebelumnya,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemprov Bali menyerahkan dua bantuan bedah rumah masing-masing senilai Rp50 juta. Bantuan pertama diberikan kepada Ketut Suarta (72) bersama istrinya, warga Dusun Geretek, Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula.

Pasangan lansia ini tercatat sebagai keluarga miskin dan selama ini tinggal di bangunan tidak permanen. Mereka menempati dapur sederhana dari bedeng beratapkan terpal terbuka, sementara area tidur hanya berupa balai kayu dengan atap seng.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ketut Suarta bekerja sebagai pembuat gula merah dengan penghasilan sekitar Rp50 ribu per hari, itupun tidak menentu. Empat orang anak mereka saat ini merantau ke Denpasar.

Bantuan serupa juga diserahkan kepada Wayan Srama, warga Dusun Sambangan, Desa Sampangan, Kecamatan Sukasada. Ia dan istrinya yang masing-masing berusia 62 dan 61 tahun hidup berdua setelah kedua putra mereka meninggal dunia.

Kondisi rumah yang ditempati jauh dari kata layak. Dinding masih berupa anyaman bambu, atap seng, dan alas tidur hanya tikar tanpa kasur. Untuk bertahan hidup, pasangan lansia ini bekerja sebagai peternak sapi dan buruh harian lepas memetik bunga.

Selain bantuan rumah, Pemprov Bali juga menyalurkan bantuan biaya kesehatan sebesar Rp10 juta kepada Ketut Budi Astika, warga Banjar Sari Kauh, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada.

Ketut Budi Astika merupakan orang tua tunggal dari tiga anak. Anak keduanya mengalami kelumpuhan sejak duduk di kelas IV sekolah dasar. Kondisi ekonomi yang terbatas membuatnya kesulitan membiayai pengobatan rutin.

Ia mengungkapkan, sebelumnya sang anak sempat menjalani terapi fisik di Bangli. Namun keterbatasan biaya dan kondisi fisik anak membuat pengobatan tersebut terhenti, terutama karena sulitnya menempuh perjalanan jarak jauh.

Melalui program Pemprov Bali Hadir, pemerintah daerah berharap semakin banyak warga kurang mampu, terutama yang berada di bawah garis kemiskinan, dapat terjangkau bantuan dan merasakan kehadiran negara secara langsung.