Arus Balik, Pergerakan Penumpang Bandara Ngurah Rai Tembus 74 Ribu dalam Sehari

BALIHARIINI.COM—Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, masih menunjukkan intensitas tinggi pada masa libur Natal dan Tahun Baru.
Pada Sabtu, 3 Januari 2026, atau hari ke-20 operasional Posko Angkutan Nataru, bandara tersibuk di Bali itu mencatat 74.866 pergerakan penumpang.
Jumlah tersebut terdiri dari 29.860 penumpang domestik dan 45.006 penumpang internasional, menegaskan kuatnya kontribusi wisatawan mancanegara terhadap lalu lintas udara Bali.
Dalam tiga hari terakhir, pengelola bandara mencatat kecenderungan peningkatan pada sisi keberangkatan. Kondisi ini mengindikasikan arus balik libur Nataru mulai berlangsung, seiring berakhirnya masa liburan panjang.
Pada 3 Januari 2026, jumlah penumpang yang meninggalkan Bali tercatat signifikan. Untuk rute domestik, 17.664 penumpang atau sekitar 59 persen tercatat melakukan perjalanan keluar Bali.
Sementara itu, pada rute internasional, jumlah keberangkatan mencapai 24.099 penumpang atau 54 persen dari total pergerakan harian.
“Dalam beberapa hari terakhir, aktivitas keberangkatan memang lebih dominan. Ini menandakan arus balik sudah mulai terjadi,” ujar Gede Eka Sandi Asmadi, Communication and Legal Division Head Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, dalam keterangannya.
Secara kumulatif, selama 20 hari pelaksanaan Posko Angkutan Nataru 2025/2026, yang berlangsung sejak 15 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, Bandara Ngurah Rai telah melayani 1.408.753 penumpang.
Rata-rata pergerakan harian mencapai 70.438 penumpang per hari, atau meningkat sekitar 6 persen dibandingkan rata-rata Januari hingga November 2025 yang berada di angka 66.222 penumpang per hari.
Tak hanya penumpang, lonjakan juga terjadi pada pergerakan pesawat. Dalam periode yang sama, tercatat 8.648 pergerakan pesawat (movement) dengan rata-rata 432 pergerakan per hari.
Angka ini lebih tinggi 11 persen dibandingkan rata-rata harian sepanjang 2025 yang mencapai 390 pergerakan pesawat per hari.
Peningkatan ini menuntukkan tingginya mobilitas masyarakat serta konsistensi Bali sebagai destinasi utama nasional dan internasional, khususnya pada momen libur akhir tahun.