Kisah Ketut Suandini, Pedagang Kecil yang Kini Jadi Agen BRILink Andalan Warga

BALIHARIINI.COM—Ketekunan dan keberanian mencoba peluang baru mengantarkan Ni Ketut Suandini bertransformasi dari pedagang kecil di pasar menjadi agen BRILink yang aktif melayani kebutuhan finansial masyarakat.
Perjalanan perempuan asal Ubung, Denpasar, ini bermula pada 2017, saat ia masih berstatus sebagai nasabah biasa di Bank Rakyat Indonesia. Tawaran untuk menjadi agen BRILink sempat ia tolak karena keterbatasan pengetahuan tentang sistem dan teknologi perbankan.
“Awalnya sempat nolak karena belum tahu. Tapi setelah dijelaskan, saya coba jalani dengan tulus sampai sekarang,” ujar Suandini saat ditemui di kiosnya.
Keputusan itu menjadi titik balik dalam kehidupannya. Dari sekadar berjualan minuman ringan, kini ia mengelola layanan keuangan dengan volume transaksi yang signifikan. Dalam sehari, ia mampu melayani sekitar 150 hingga 200 transaksi, dengan lonjakan terjadi menjelang hari raya.
Mayoritas transaksi yang dilakukan pelanggan adalah transfer antar rekening, terutama dari pekerja harian yang mengirimkan uang kepada keluarga di kampung halaman. Selain itu, layanan lain seperti pengisian saldo dompet digital, pembayaran tagihan, hingga pembelian token listrik juga menjadi kebutuhan rutin warga.
“Paling ramai itu transfer, sekitar 70 persen. Sisanya top-up dan pembayaran lain,” katanya.
Aktivitas layanan bahkan sudah dimulai sejak pagi hari, sebelum kios resmi dibuka. Antrean pelanggan kerap terlihat sejak dini hari. Sementara itu, pada sore hingga malam, giliran para pekerja yang datang untuk bertransaksi setelah menyelesaikan aktivitas harian.
Sebagai agen BRILink, Suandini juga menyediakan layanan tarik tunai dalam jumlah besar. Untuk menjaga kelancaran layanan, ia menyiapkan dana cadangan, khususnya saat akhir pekan dan periode gajian.
Meski kini usahanya berkembang, perjalanan Suandini tidak selalu berjalan mulus. Ia mengaku pernah mengalami kesalahan transaksi di awal menjalankan usaha karena belum terbiasa menggunakan perangkat layanan. Namun, pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan ketelitian dan profesionalisme.
Tak hanya fokus pada layanan, Suandini juga melakukan renovasi tempat usahanya agar lebih nyaman dan representatif. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan yang terus bertambah.
Kini, keberadaannya menjadi solusi bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan akses layanan keuangan cepat tanpa harus datang ke kantor bank. Perannya dinilai penting, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan waktu dan akses.
Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, menegaskan bahwa Agen BRILink memiliki peran strategis dalam memperluas inklusi keuangan.
“Kami terus mendorong pengembangan Agen BRILink sebagai mitra strategis BRI dalam memberikan layanan keuangan yang inklusif dan merata. Dukungan yang kami berikan tidak hanya dalam bentuk penyediaan sistem dan infrastruktur, tetapi juga melalui pembinaan, pelatihan, serta peningkatan kapasitas agen agar mampu memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran Agen BRILink tidak hanya mempermudah akses layanan perbankan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kami optimis bahwa dengan sinergi yang kuat antara BRI dan Agen BRILink, layanan keuangan akan semakin dekat dengan masyarakat serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.
Kisah Suandini menjadi gambaran bahwa peluang di sektor layanan keuangan terbuka luas, bahkan bagi pelaku usaha kecil di pasar tradisional, selama dijalani dengan konsistensi dan keberanian untuk memulai.(BHI01)