Transformasi Meliá Bali Jadi Paradisus, Hadirkan Pengalaman Luxury All-Inclusive di Bali

BALIHARIINI.COM—Kawasan wisata premium The Nusa Dua kembali memperkuat posisinya sebagai pusat pariwisata kelas dunia setelah PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) resmi membuka Paradisus by Meliá Bali melalui rangkaian grand opening yang berlangsung pada 15 hingga 17 Mei 2026.
Kehadiran resort tersebut menjadi tonggak penting bagi industri hospitality nasional karena menandai debut brand Paradisus di kawasan Asia. Langkah ini sekaligus memperlihatkan keseriusan SSIA dalam menangkap peluang pasar wisata mewah yang terus tumbuh, terutama di Bali yang masih menjadi destinasi favorit wisatawan mancanegara.
Transformasi besar dari Meliá Bali menjadi Paradisus Bali disebut bukan sekadar pergantian identitas hotel. Perubahan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat daya saing sektor pariwisata Indonesia di tengah kompetisi industri global yang semakin ketat.
Presiden Direktur PT Surya Semesta Internusa Tbk, Johannes Suriadjaja menegaskan transformasi tersebut dirancang untuk memperkuat fondasi industri pariwisata nasional sekaligus meningkatkan kualitas layanan hospitality premium di Indonesia.
“Transformasi Meliá Bali Hotel menjadi Paradisus Bali merupakan langkah strategis SSIA dalam membangun sektor pariwisata Indonesia yang lebih kuat. Inisiatif ini tidak hanya diharapkan dapat menarik wisatawan dari berbagai negara, tetapi juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan dalam hal service excellence yang akan memperkaya industri perhotelan di Indonesia,” ujar Johannes, Sabtu 16 Mei 2026.
Menurut Johannes, pengembangan Paradisus Bali juga selaras dengan visi perusahaan dalam meningkatkan kontribusi recurring income terhadap total pendapatan perseroan. SSIA menargetkan kontribusi recurring income dapat mencapai 20 hingga 30 persen dalam jangka panjang guna memperkuat stabilitas bisnis perusahaan.
Selain memperkuat sektor hospitality premium, kehadiran Paradisus Bali diproyeksikan mampu memperkokoh citra Bali sebagai destinasi unggulan dunia yang menawarkan pengalaman wisata berkelas internasional.
General Manager Paradisus by Meliá Bali, Eduardo Castro Perera menjelaskan transformasi menuju Paradisus dibangun dari fondasi kuat yang selama ini dimiliki Meliá Bali selama hampir empat dekade beroperasi.
Sebelum renovasi dilakukan, hotel tersebut tercatat mampu mempertahankan tingkat hunian rata-rata hingga 80 persen. Capaian itu menjadi modal penting dalam menghadirkan konsep resort baru dengan standar pelayanan yang lebih eksklusif.
“Dengan semangat pelayanan yang baru, Paradisus Bali siap memberikan pengalaman menginap terbaik dan tak terlupakan bagi para tamu di Bali,” kata Eduardo.
Ia menambahkan, konsep baru yang diusung tetap mempertahankan keramahan khas Bali yang dipadukan dengan sentuhan luxury hospitality modern. Paradisus Bali hadir dengan konsep all-inclusive resort yang menggabungkan pengalaman budaya, kuliner, relaksasi, kesehatan, hingga eksplorasi tradisi lokal dalam satu paket layanan.

Para tamu juga disuguhkan berbagai fasilitas premium, mulai dari area eksklusif The Reserve khusus tamu dewasa, layanan Family Concierge untuk keluarga, hingga pilihan restoran dan bar dengan konsep kuliner internasional.
Tidak hanya itu, resort ini juga menawarkan program aktivitas budaya yang memungkinkan wisatawan mengenal lebih dekat kekayaan tradisi Bali selama menginap.
Brand Paradisus sebelumnya dikenal sukses mengelola sejumlah resort mewah di kawasan Eropa dan Amerika Latin. Kehadirannya di Bali menjadi langkah ekspansi strategis untuk memperluas pasar luxury travel di Asia yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan signifikan.
Di sisi lain, SSIA juga terus memperkuat kolaborasi dengan InJourney Tourism Development Corporation atau ITDC. Kerja sama itu ditandai dengan perpanjangan Land Utilization and Land Development Agreement (LUDA) untuk Lot N1 di kawasan The Nusa Dua pada Januari 2025.
Kemitraan yang telah terjalin lebih dari 40 tahun tersebut disebut menjadi fondasi penting dalam mendorong pengembangan kawasan wisata premium di Bali sekaligus memperkuat industri pariwisata nasional secara berkelanjutan.(BHI01)