Memuat waktu...

Ciputra Beach Resort Buka Ruang Komunitas, Budaya dan Sport Tourism di Tabanan

Balihariini • Sunday, 27 September 2026 | 12:25 WITA • Lifestyle, News • 👁 30 dibaca
Ciputra Beach Resort Buka Ruang Komunitas, Budaya dan Sport Tourism di Tabanan
Pelangi Tabanan Kite Festival 2026 di Pantai Batu Tampih menjadi ruang pelestarian budaya dan komunitas layang-layang Bali_ Bhi-01

TABANAN, BALIHARIINI.COM—Ciputra Beach Resort membuka ruang kolaborasi bagi komunitas untuk mengembangkan kegiatan budaya, olahraga, dan gaya hidup sehat di Kabupaten Tabanan, Bali.

Komitmen tersebut terlihat melalui keterlibatan Ciputra Beach Resort dalam dua kegiatan komunitas pada akhir pekan ini, yakni Pelangi Tabanan Kite Festival 2026 yang berlangsung pada 26–27 September serta Pangkung Tibah Village Fun Run 2026 pada Minggu, 27 September.

Kedua kegiatan itu berlangsung di kawasan Pangkung Tibah dan melibatkan masyarakat, komunitas, wisatawan, serta pelaku kegiatan dari berbagai daerah.

Pelangi Tabanan Kite Festival 2026 yang digelar di Pantai Batu Tampih, Pangkung Tibah, menjadi salah satu upaya menghidupkan kembali tradisi melayangan sekaligus memperkenalkan potensi wisata dan budaya Tabanan.

Ketua Pelangi Tabanan, Ir. I Ketut Arsana Yasa, mengatakan festival tersebut menjadi kegiatan perdana yang secara khusus diarahkan untuk mengaktifkan kembali komunitas layang-layang.

“Festival layang-layang Tabanan merupakan acara perdana yang diselenggarakan untuk menghidupkan kembali komunitas layang-layang yang selama ini kurang aktif,” kata Arsana Yasa.

Festival bertema “Bayuning Segara Singgasana” itu melibatkan komunitas layang-layang dari berbagai wilayah di Bali. Sekitar 1.500 layang-layang ikut ambil bagian dalam kegiatan yang juga menjadi ruang pertemuan para pencinta layang-layang.

Menurut Arsana Yasa, penyelenggara menargetkan jumlah peserta dapat meningkat pada pelaksanaan berikutnya.

“Target peserta untuk tahun depan adalah minimal 1.500 orang, dengan harapan bisa meningkat,” ujarnya.

Festival juga menghadirkan sejumlah kategori perlombaan, mulai dari kategori pemula menggunakan layangan plastik hingga kategori remaja dan dewasa. Salah satu daya tariknya adalah kehadiran layangan berukuran besar dengan panjang lebih dari tujuh meter dan ekor mencapai lebih dari 50 meter.

Arsana Yasa menyebut layangan berukuran besar tersebut terakhir kali diterbangkan di Tabanan pada 2016.

Ciputra Dorong Aktivitas Berbasis Komunitas

Keterlibatan Ciputra Beach Resort dalam kegiatan tersebut tidak hanya sebatas dukungan terhadap penyelenggaraan acara. Pengembang kawasan ini melihat aktivitas komunitas sebagai bagian dari pengembangan kawasan sekaligus pengenalan potensi Tabanan.

Business Development Manager Ciputra Group, Marcell Aureole, mengatakan pihaknya merespons positif kegiatan yang mempertemukan komunitas lokal dengan wisatawan asing.

“Ciputra merespons positif terhadap festival yang melibatkan wisatawan asing dan berkomitmen untuk berkontribusi pada masyarakat dan budaya Bali. Ciputra hadir tidak hanya untuk bisnis, tetapi juga untuk mendukung lingkungan sekitar,” ujar Marcell.

Menurut dia, pengembangan kawasan perlu berjalan beriringan dengan kegiatan masyarakat dan pelestarian budaya lokal.

Konsep serupa juga diterapkan melalui Pangkung Tibah Village Fun Run 2026. Kegiatan lari dengan kategori 5K dan 10K tersebut diikuti sekitar 800 peserta dan mengambil rute yang melewati kawasan Desa Pangkung Tibah serta area Ciputra Beach Resort.

Marcell menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengembangan sport tourism di Tabanan yang sejalan dengan konsep Central Wellness yang dikembangkan Ciputra.

“Pangkung Tibah Village Fun Run merupakan bagian dari pengembangan sport tourism di Tabanan, sejalan dengan visi Ciputra sebagai Central Wellness,” katanya.

Peserta fun run juga berasal dari mancanegara. Sekitar 20 persen peserta tercatat merupakan warga asing.

Marcell menilai keberadaan infrastruktur yang memadai menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung kegiatan berskala lebih besar. Kolaborasi antara investor, pemerintah dan komunitas dinilai dapat membuka peluang pengembangan kawasan sekaligus tetap menjaga adat dan budaya Bali.

Pemkab Tabanan Dorong Desa Jadi Destinasi Wisata

Wakil Bupati Tabanan Made Dirga turut mengapresiasi pelaksanaan Lomba Layang-Layang Pelangi Tabanan di Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah.

Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan ruang kebersamaan, tetapi juga memperkenalkan potensi Desa Pangkung Tibah kepada masyarakat yang lebih luas.

“Tradisi melayang-layang di Bali, yang telah ada sejak lama, menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat,” kata Made Dirga.

Menurut dia, perkembangan zaman perlu diikuti dengan upaya menjaga nilai kebersamaan dan keberadaan tradisi lokal. Festival layang-layang juga dinilai dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus mengembangkan tradisi melalui pendekatan yang lebih kreatif.

Made Dirga berharap kegiatan serupa terus bertambah sehingga Pangkung Tibah dapat berkembang sebagai salah satu destinasi wisata baru di Tabanan.

Kolaborasi dengan Desa Pangkung Tibah

General Manager Ciputra Beach Resort, Eddo Agustinus, mengatakan pihaknya akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tabanan, termasuk dalam mendukung pengembangan Desa Pangkung Tibah.

Menurut Eddo, ruang bagi kegiatan positif masyarakat dan komunitas akan terus dibuka selama pelaksanaannya terkoordinasi dengan baik.

“Kami akan berkolaborasi dengan Kabupaten Tabanan untuk memajukan Desa Pangkung Tibah dan mendukung event-event positif,” ujar Eddo.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara kawasan hunian, komunitas dan masyarakat sekitar. Pada saat yang sama, kegiatan budaya dan olahraga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan karakter Pangkung Tibah sebagai bagian dari perkembangan destinasi wisata Tabanan.

Ciputra Beach Resort merupakan kawasan hunian terpadu seluas sekitar 60 hektare di Kedungu, Tabanan, yang dikembangkan Ciputra Group. Kawasan tersebut mengusung konsep komunitas tepi pantai berkelanjutan dengan memadukan lingkungan pesisir dan infrastruktur modern.

Selain kegiatan komunitas, Ciputra Beach Resort juga mengembangkan pilihan hunian, antara lain Jivvana yang terdiri dari 16 unit dengan harga mulai Rp3 miliar serta unit premium Ishana di cluster Resvara yang memiliki 20 unit dengan harga mulai Rp4,9 miliar.

Dengan dibukanya ruang bagi kegiatan budaya, olahraga, dan komunitas, kawasan Pangkung Tibah tidak hanya diarahkan sebagai kawasan hunian, tetapi juga sebagai ruang interaksi yang mempertemukan masyarakat, wisatawan, komunitas dan pelaku usaha di Tabanan.(BHI01)