V2 Indonesia Raih Rekor MURI, Videotron Berbasis AI Pertama Hadir di Bali

DENPASAR, BALIHARIINI.COM—Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini merambah industri periklanan luar ruang di Indonesia. V2 Indonesia menghadirkan videotron pintar yang mampu menyesuaikan tayangan iklan berdasarkan kondisi cuaca, waktu, hingga kepadatan lalu lintas.
Inovasi tersebut mengantarkan V2 Indonesia meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui kategori LED Videotron Pertama di Indonesia dengan Integrasi Penuh AI Terlatih. Teknologi ini terpasang di Mal Bali Galeria dan menerima penghargaan.
Berbeda dari videotron konvensional yang menayangkan iklan berdasarkan jadwal tetap, sistem ini mampu memilih konten sesuai kondisi lingkungan. Saat cuaca panas, misalnya, layar dapat memprioritaskan iklan minuman dingin. Ketika hujan turun, sistem dapat menampilkan promosi layanan pesan-antar makanan.
Bahkan, saat kendaraan terjebak kemacetan, videotron dapat menghadirkan pesan yang lebih dekat dengan pengalaman masyarakat, seperti “Sabar ya, Denpasar”.
CEO V2 Indonesia, Rudi Hidayat, menilai masa depan periklanan digital tidak lagi hanya bergantung pada ukuran layar, tetapi juga kecerdasan teknologi dalam memahami kebutuhan audiens.
“Sudah saatnya persaingan DOOH LED Videotron beralih dari ukuran terbesar menuju kecerdasan terbaik,” ujar Rudi.
DOOH merupakan singkatan dari Digital Out-of-Home, yakni media periklanan digital yang ditempatkan di ruang publik. Melalui teknologi AI, media ini tidak hanya menampilkan pesan komersial, tetapi juga menyesuaikan konten dengan situasi aktual di sekitarnya.
Sistem V2 Indonesia mengenali sejumlah kondisi, mulai dari pagi, siang, cuaca panas, matahari terbenam, malam, hujan, hingga kemacetan, termasuk ketika hujan. Informasi cuaca diperbarui setiap lima menit, sedangkan data lalu lintas diperbarui secara berkala.
Teknologi ini juga mengintegrasikan pemilihan iklan, pengelolaan konten, hingga pengukuran respons audiens. Setiap iklan dapat dilengkapi kode QR yang mengarahkan pengunjung ke halaman promosi. Data pemindaian tersebut kemudian dianalisis untuk membantu pengiklan mengevaluasi efektivitas kampanye.
Dengan pendekatan tersebut, pengiklan berpeluang memahami hubungan antara kondisi penayangan dan respons konsumen secara lebih terukur.
Videotron yang menjadi lokasi implementasi inovasi ini memiliki dimensi sekitar 49,9 meter x 4,8 meter, dengan resolusi fisik mencapai 12.480 x 1.200 piksel. Bentuknya yang memanjang memungkinkan layar menampilkan iklan, informasi cuaca, suhu, lalu lintas, waktu matahari terbenam, serta teks berjalan dalam satu tampilan.
Direktur Utama MURI, Aylawati Sarwono, mengapresiasi terobosan tersebut karena menggabungkan teknologi, kreativitas, dan kemampuan memahami konteks dalam satu sistem periklanan digital.
Menurut Aylawati, inovasi ini membawa media luar ruang menuju era yang lebih cerdas, adaptif, dan bermakna.
Dari sisi operasional, V2 Indonesia tetap menerapkan pengawasan manusia. Perubahan penayangan menggunakan mekanisme persetujuan dua orang, sementara operator dapat mengambil alih kendali layar kapan saja. Sistem juga dirancang untuk tetap menayangkan konten yang tersimpan ketika koneksi internet terputus.
Perusahaan turut menyatakan bahwa sistem menentukan konten berdasarkan informasi cuaca, waktu, dan kepadatan lalu lintas tanpa menggunakan kamera maupun data pribadi untuk proses tersebut.
General Manager Mal Bali Galeria, Andry M. Sitania, berharap pencapaian ini dapat mendorong lahirnya inovasi baru sekaligus memberikan manfaat bagi perkembangan teknologi di Indonesia.
Bagi V2 Indonesia, penghargaan MURI ini menjadi langkah lanjutan untuk memperluas penerapan AI pada berbagai solusi digital signage, baik di dalam maupun di luar ruangan. Perusahaan juga berencana mengembangkan jaringan videotron berbasis AI yang saling terhubung.
Inovasi ini menandai perubahan pendekatan dalam industri periklanan digital. Layar luar ruang tidak lagi sekadar menjadi media untuk menyampaikan pesan, tetapi juga berkembang menjadi sarana komunikasi yang mampu menyesuaikan konten dengan situasi dan mengukur respons audiens.(BHI01)