Bali Nusra Great Sale 2025 Dongkrak Transaksi Ritel Bali–Nusra Lebih 100 Persen, Sinyal Pemulihan Ekonomi Daerah

BALIHARIINI.COM—Penyelenggaraan Bali Nusra Great Sale (BNGS) 2025 mencatatkan capaian signifikan dengan lonjakan transaksi lebih dari 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Festival belanja regional ini menjadi pengungkit penting kinerja sektor ritel di Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) di tengah tantangan daya beli masyarakat.
BNGS 2025 berlangsung selama lebih dari satu bulan, mulai 12 Desember 2025 hingga 15 Januari 2026. Event ini dimanfaatkan pelaku ritel sebagai momentum strategis untuk mengoptimalkan penjualan di penghujung tahun, bertepatan dengan periode Natal dan Tahun Baru.
Ketua Umum APPBI Pusat, Alphonzus Widjaja, menyebut triwulan keempat 2025 sebagai fase krusial bagi industri ritel nasional. Menurutnya, kinerja penjualan sepanjang tahun sangat ditentukan oleh capaian di akhir tahun, terutama setelah momentum belanja Ramadan dan Idulfitri 2025 tidak berjalan maksimal akibat tekanan ekonomi.
“Kalau puncak penjualan tahunan tidak tercapai, itu akan sangat memengaruhi kinerja ritel secara keseluruhan. Karena itu, pada peak season kedua yaitu Natal dan Tahun Baru, kami di industri ritel berusaha all out. Inilah yang dilakukan APPBI DPD Bali, berjuang sekeras mungkin untuk mencapai target penjualan sebelum akhir tahun,” ujar Alphonzus.
Ia menambahkan, pada triwulan pertama 2026 terdapat sejumlah momentum yang berpotensi kembali mendorong pertumbuhan ritel nasional, seiring membaiknya sentimen konsumsi masyarakat.
Dari sisi pemerintah, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI, Iqbal Shoffan Shofwan, menilai ketahanan sektor perdagangan tetap terjaga meski dihadapkan pada tantangan iklim dan ekonomi sepanjang 2025.
“Di awal 2025 kondisi kemarau panjang juga terjadi, namun kita survive. Terbukti selama triwulan 1, 2, 3, dan 4 menghasilkan transaksi yang tinggi. Ke depan, banyak upaya yang akan terus kita lakukan untuk meningkatkan perekonomian. Jika kita kompak semua itu akan terealisasi. Semoga di tahun 2026 kita semakin kuat dan berjaya,” kata Iqbal.
Sementara itu, Ketua APPBI DPD Bali Nusra, Zenzen Guisi Halmis, menilai keberhasilan BNGS 2025 menjadi sinyal positif bagi pemulihan ekonomi daerah, khususnya Bali dan Nusa Tenggara.
“Ini merupakan hal yang sangat positif bagi perekonomian Bali dan Nusra. Kita ingin ini menjadi lebih tinggi lagi setiap tahunnya agar Bali bisa pulih kembali, bisa kembali naik untuk spending power,” ujar Zenzen.
Ia mengungkapkan, selama satu bulan penyelenggaraan, total transaksi dari Bank BCA saja mencapai Rp222 miliar. Jika digabungkan dengan transaksi dari perbankan lain serta pembayaran tunai, nilainya diperkirakan mencapai empat hingga lima kali lipat.
“Dari 18 member, hampir semua mendapat dampak. Ada peningkatan traffic, transaksi, dan exposure media. Jadi kenaikan 100 persen ini kami anggap sebagai feedback positif untuk semua mal,” jelasnya.
Ke depan, APPBI Bali Nusra juga membuka peluang ekspansi keanggotaan. Dua pusat perbelanjaan dari wilayah Nusa Tenggara dipastikan bergabung, sementara pendekatan juga dilakukan kepada tiga mal di Bali.
BNGS pun dipastikan akan kembali digelar pada tahun mendatang sebagai agenda tahunan penggerak ritel regional.
Dukungan juga datang dari pelaku industri. Managing Director of Property Business Kawan Lama Group, Alim Gunadi Sukanto, mengapresiasi penyelenggaraan BNGS 2025, termasuk di Living World Denpasar.
“Melalui event ini kita melihat bagaimana program kolaboratif ini memberikan dampak nyata bagi UMKM dan juga menjadi program promosi untuk bersaing di industri ritel modern,” pungkasnya.